JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan kembali melemah pada perdagangan Jumat (10/7), setelah sehari sebelumnya ditutup melemah 114 poin ke level Rp18.128 per dolar AS. Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai pelemahan rupiah kali ini bukan sekadar faktor eksternal, melainkan juga dipicu sentimen negatif dari dalam negeri.
Ibrahim menyebut percepatan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 pada semester pertama menjadi perhatian pelaku pasar. “APBN memang dirancang sebagai instrumen utama menjaga stabilitas ekonomi dan mendukung delapan agenda prioritas nasional. Namun percepatan belanja di tengah kondisi ekonomi yang rapuh justru menimbulkan kekhawatiran pasar,” ujarnya.
Selain itu, melemahnya tingkat keyakinan konsumen memperburuk sentimen. Survei Konsumen Bank Indonesia menunjukkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) turun dua bulan berturut-turut, mencapai 117,8 pada Juni 2026, level terendah sejak September tahun lalu. Penurunan dari posisi Januari 2026 di level 127,0 menandakan masyarakat semakin berhati-hati dalam melihat prospek ekonomi.





