Relawan PMI Kota Sukabumi Dilatih Jadi Pawang Ular

PMI Kota Sukabumi
Salah seorang relawan saat mencoba menaklukan ular berbahaya dalam kegiatan pelatihan cara penanganan ular di Gedung Widaria Kencana (GWK)

WARUDOYONG— Sejumlah Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sukabumi dilatih cara penanganan ular di Gedung Widaria Kencana (GWK) Adventure di Jalan Jalur Lingkar Selatan, Kampung Cijambe, Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Warudoyong, Sabtu (8/5).

Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas Relawan PMI dalam menghadapi kondisi darurat dan penanganan ular dilingkungan masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Kegiatan peningkatan kapasitas ini merupakan sebuah kebutuhan yang harus dimiliki oleh para Relawan PMI untuk merespon berbagai pelayanan dan permintaan di masyarkat khususnya dalam kondisi darurat hewan ular,”ujar Komandan Korps Sukarela (KSR) PMI Kota Sukabumi Iman Sulaeman, sabtu (7/5)

Iman menjelaskan, dari berbagai pengalaman di lapangan terkadang pada saat bencana para relawan harus berhadapan langsung dengan kondisi darurat harus mengevakuasi satwa liar termasuk ular yang bermunculan paska bencana seperti pada saat kejadian bencana banjir.

Selain itu tidak sedikit masyarakat yang melaporkan dan permohonan bantuan yang masuk ke posko PMI untuk melakukan upaya respon dan rescue ketika di rumah dan lingkungannya muncul satwa ular yang mengancam mereka.

“Alhamdulillah hari ini kita bekerjasama dengan komunitas dan para penggiat yang konsen dibidang penyelamatan satwa ular bisa belajar bersama dalam upaya meningkatkan kapasitas Relawan PMI,” kata Iman

Pihaknya mengucapkan terimakasih kepada para instruktur dan komunitas yang telah membantu terlaksananya kegiatan ini, serta kepada para sponsor dari pengelola GWK Outdoor dan outdoor 37 yang telah ikut mendukung dalam kegiatan ini

Sementara itu, instruktur dan Profesional Snake Handler Septian Naja Minurdin mengatakan, kegiatan pelatihan dasar ini sangat penting untuk meningkatkan kemampuan Relawan PMI saat ini yang aktif di lapangan terutama untuk mengetahui dasar dasar penanganan ular (Snake Handling Training)sebagai bekal mereka berkegiatan dalam menjalankan tugas kemanusiaan dan merespon pelayanan di masyarakat

Menurutnya, kasus gigitan ular bukan merupakan kasus yang umum, namun jika terjadi akibatnya luar biasa. Meski demikian jarang sekali orang mengetahui bagaimana cara tindakan dan penanganan ketika menemukan kondisi kedaruratan dengan ular.

Dikatakanya, dengan adanya kejadian-kejadian tersebut, perlu adanya pendidikan dan pelatihan penanganan ular kepada masyarakat.

Pihaknya juga memberikan bekal pelatihan terhadap para relawan untuk membantu di masyarakat. “Relawan PMI perlu membekali diri dengan kemampuan penanganan ular. Karena banyak sekali manfaatnya, terutama relawan yang seringkali berinteraksi dengan alam dan lingkungan,” terangnya.

Septian menyebutkan, bekal dan pengetahuan yang diberikan kepada relawan materi dasar, antara lain bekal biologi ular, penanganan pada gigitan ular, identifikasi ular, dan handling ular, serta prosedur pertolongan pertama saat digigit ular.

“Alasan penting pelatihan tersebut, supaya ketika bertugas di lapangan mampu melakukan tindakan yang aman, baik bagi manusia maupun si ular,”katanya.

Dalam kegiatan tersebut diikuti sejumlah perwakilan dari Relawan PMI baik Relawan yang tergabung dalam Korps Sukarela (KSR) maupun Relawan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT). (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.