CIANJUR

Bos Arisan ‘Bodong’ Diburu

SUKABUMI – Hari ketiga setelah digeruduk ratusan warga, rumah mewah milik AN terduga pelaku penipuan bermodus arisan masih kosong. Rumah yang berada di Kampung Tipar Kaler RT 03 RW 04, Desa Limbangansari, Kecamatan Cianjur itu dipasang garis Polisi.

Wakapolsek Cianjur Iptu Deden Hermansyah mengatakan, pada hari Jumat (31/7) sekitar 100 orang warga sempat mendatangi rumah pelaku untuk menagih janji yang sebelumnya diberikan AN. Maka untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tak diinginkan, warga diperintahkan untuk pulang ke rumahnya masing-masing.

“Kemarin (Jumat,red) warga sempat masuk ke dalam rumah. Selaku yang memiliki wilayah hukum, rumah ini kita amankan dan warga disuruh untuk keluar,” kata Iptu Deden Hermansyah, Sabtu (1/8).

Deden memastikan, hingga saat ini rumah mewah milik AN masih dalam keadaan kosong, meski ada beberapa orang petugas keamanan yang berjaga di rumah itu.

Korban Penipuan Modus Arisan Kurban Lapor Polisi, Tergiur Paket Lebaran Murah

“Selama dua hari ini pihak kepolisian belum bisa komunikasi dengan AN, beberapa orang satpam yang ada di sini juga mengaku sudah lost kontak,” bebernya.

Lanjut Deden, saat ini Polres Cianjur telah membuka posko pengaduan bagi korban yang merasa tertipu. “Bagi korban silahkan untuk datang dan membuat laporan di posko pengaduan Polres Cianjur,” pinta Deden.

Sementara pada hari ketiga, jajaran Polres Cianjur memasang garis polisi di rumah dan aset milik AN. Pemasangan garis polisi itu dilakukan untuk menindaklanjuti laporan dari sejumlah korban penipuan.

“Kami mendampingi penyidik Satreskrim Polres Cianjur untuk melakukan pemasangan garis polisi di aset milik terduga pelaku,” kata Deden, Minggu (2/8).

Lewat WA, Pelaku Penipuan Bermodus Kurban, Lontarkan Ancaman

Senada disampaikan Kapolres Cianjur, AKBP Juang Andi Priyanto yang menyebutkan, pihaknya telah membuka posko pengaduan sebagai tindak lanjut atas laporan sejumlah korban penipuan dengan modus berbagai jenis arisan. Adapun jenisnya, mulai dari arisan umroh, kendaraan bermotor, barang elektronik, paket lebaran dan hewan kurban.

“Kami telah menerima laporan dari sejumlah korban dugaan penipuan yang dilakukan oleh terduga AN,” ungkapnya.

Juang mengatakan, selain mendirikan posko, Polres Cianjur juga membentuk tim khusus untuk menangani dugaan kasus penipuan yang dilakukan AN ini.

“Tim khusus juga kami bentuk, untuk melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap terduga pelaku. Kami imbau terduga pelaku agar kooperatif dengan petugas dengan segera menyerahkan diri untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Desa Limbangansari Cianjur, Ahmad memastikan jika AN yang mengadakan arisan murah dengan konsumen mencapai ribuan orang itu, akan segera dibayarkan sesuai yang disepakati sebelumnya.

Karyawan PT Pratama di Sukabumi jadi Reseller Investasi Bodong

“Yang saya tahu ada semacam kesepakatan malam kemarin (Sabtu,red) dengan konsumen. Katanya dalam isi suratnya itu bakal segera dibayar uang-uang yang sudah masuk ke para konsumen, dua hingga tiga hari kedepan,” ujar Ahmad saat dikonfirmasi Radar Cianjur, Sabtu (1/8).

Ahmad mengaku adanya bisnis di wilayah pemerintah desanya itu, telah diketahui pihak desa sejak enam bulan lalu. Bahkan dirinya menyebut, lalu lalang mobil pengangkut barang ke rumah AN, sudah sering terlihat.

“Kalau masalah izin, kan saya baru menjabat di desanya juga. Kurang lebih enam bulan yang saya tahu ada usaha di sana,” ungkapnya.

Ia mengaku, jarang berkoordinasi dengan penanggungjawab pengelola paket arisan murah tersebut. Hanya sekedar tahu ada bisnis itu saja. “Saya jarang koordinasi dan komunikasi, punya nomor bu AN juga enggak,” katanya.

Namun, menurut Ahmad, sosok AN sang pengelola bisnis itu merupakan orang yang sangat baik, dan dermawan. Bahkan ketika darurat Covid-19 beberapa waktu lalu, kata Ahmad, bu AN sering membantu masyarakat.

“Intinya Bu AN itu orang baik. Kan kemarin gak nemuin orang-orang ke rumahnya itu karena ada info yang menyebar, bahwa ibu AN dan keluarganya ada yang ngancam akan dibunuh. Bahkan rumah bu AN akan diubrak-abrik,” terangnya.

“Kami juga dari pemerintah desa akan terus berusaha meredam warga khususnya di wilayah kami,” tambahnya. (dan)

Tags
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button