Prodi Pendidikan Biologi UMMI Open Lab

  • Whatsapp
DARING: Workshop dan pendampingan penulisan artikel ilmiah secara daring bagi Guru IPA SMP se- Kabupaten Sukabumi yang diadakan oleh Laboratorium Biologi Prodi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. (ist)

SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – Laboratorium Biologi Program Studi (Prodi) Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) kembali menggelar Open Lab #5.

Tema yang diusung kali ini adalah “Workshop dan Pendampingan Penulisan Artikel Ilmiah secara Daring bagi Guru IPA SMP se-Kabupaten Sukabumi”. Kegiatan ini merupakan tahun ke-5 bagi Laboratorium Biologi dalam melaksakan dharma perguruan tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat. Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, melalui Kepala Seksi PTK SMP Endah Hasanah menyambut baik acara ini.

Bacaan Lainnya

“Kami sangat berterima kasih kepada Program Studi Pendidikan Biologi, di saat sedang terjadi pengalihan anggaran untuk pandemi kami masih dapat memberikan kompetensi tambahan bagi guru-guru di Sekolah melalui kerjasama dengan UMMI,” ujar Kepala Seksi PTK SMP Endah Hasanah kepada Radar Sukabumi.

Ada yang berbeda dari penyelenggaraan Open Lab kali ini, yaitu biasanya diselenggarakan secara tatap muka selama 1-2 hari di UMMI, kali ini diselenggarakan secara daring melalui aplikasi zoom meeting selama lima hari.

Ketua penyelenggara acara Billyardi Ramadan berharap, dengan dilakukan secara daring, para guru dapat
menyimak materi tanpa meninggalkan ruang kelas.

“Karena peserta yang terdiri dari 51 orang guru IPA SMP di

Kabupaten Sukabumi, masih harus mengajar peserta didiknya baik secara daring maupun luring di sekolah. Selain
itu, waktu yang dibutuhkan untuk menyimak materi hanya 2 jam tiap harinya, sehingga peserta masih memiliki
waktu untuk menyelesaikan pekerjaan lainnya,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Mohammad Solihin menjelaskan bahwa penting bagi seorang guru untuk mempublikasikan karya tulisnya dalam bentuk artikel ilmiah/ jurnal. Guru profesional ditandai dengan kepemilikan sertifikat pendidik wajib melaksanakan pengembangan keprofesian berkelanjutan. Pengembangan keprofesian berkelanjutan dilaksanakan dalam upaya mewujudkan guru yang profesional, bermartabat dan sejahtera.

Upaya yang dapat  dilakukan adalah pengembangan diri, publikasi ilmiah, dan karya inovatif. Dalam hal ini, dengan melakukan  publikasi karya ilmiah akan berpengaruh pada angka kredit yang diperlukan untuk mengembangkan karir (kenaikan golongan).

Materi yang disampaikan pada open lab kali ini lebih menekankan pada modal yang diperlukan bagi guru untuk meningkatkan kompetensinya di bidang publikasi.

Penajaman di penelitian khusus guru atau lebih dikenal dengan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang telah disampaikan oleh Suhendar dan Billyardi Ramdhan. Melalui PTK, guru dapat mencari solusi yang tepat bagi permasalahan di kelasnya.

Trend penelitian pendidikan apa saja yang dapat dilakukan oleh guru di masa kini dan yang akan datang, serta bagaimana cara mengevaluasi pekerjaan siswa di sekolah?” Solusi dari pertanyaan tersebut sudah dijawab oleh
Setiono, dan Sistiana Windyariani selaku pemateri.

Artikel ilmiah yang akan dipublikasikan pada jurnal nasional bereputasi memiliki beberapa ketentuan standar. Mulai dari aturan umum dalam penulisan artikel ilmiah, jenis-jenis artikel ilmiah, identifier dalam artikel ilmiah, metode penulisan artikel ilmiah, sitematika dalam artikel ilmiah seperti judul, identitas penulis, abstrak, kata kunci, pendahuluan, metodologi, hasil dan pembahasan, kesimpulan dan saran, penghargaan, referensi, lampiran, dan lainnya.
Kemudian etika penulis dalam penulisan artikel ilmiah dan terakhir perihal peringkat jurnal. Semua materi tersebut dijelaskan secara rinci oleh Jujun Ratnasari, workshop penggunaan aplikasi Mendeley, disampaikan oleh Aa Juhanda yang selain merupakan dosen dari Pendidikan Biologi. Ia juga sebagai reviewer di jurnal-jurnal nasional bereputasi. Aplikasi Mendeley digunakan sebagai sarana pengutipan referensi melalui jurnal dan buku online, sehingga memudahkan guru dalam membuat daftar pustaka dan memperoleh referensi yang terpercaya.
Di era yang serba digital ini, pengiriman artikel ilmiah sudah tidak lagi menggunakan email. Open Journal System atau dikenal dengan OJS, merupakan platform penerbitan jurnal sumber terbuka yang digunakan di seluruh dunia. Workshop submit jurnal melalui Open Journal System (OJS) yang dapat diakses kapan pun dan dimana pun ini disampaikan Gina Nuranti, selaku Journal Manager di Report of Biological Education (Rebion). Penggunaan OJS ini memudahkan para peneliti terutama guru di Kabupaten Sukabumi yang merupakan kabupaten terbesar di Jawa Barat, untuk mempublikasikan artikel ilmiahnya di jurnal-jurnal bereputasi tanpa harus meninggalkan lokasi mengajarnya.

Melalui kegiatan ini diharapkan guru dapat mencari solusi yang tepat bagi permasalahan di kelasnya dengan
menggunakan model dan metode yang tepat, mempublikasikan hasilnya melalui jurnal nasional bereputasi serta
dapat meningkatkan karirnya melalui kenaikan golongan. (wdy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *