Ombah Besar Teror Pantai Selatan Sukabumi, Diprediksi Hingga 11 Juni 2022

Gelombang-Tinggi-Pantai-Sukabumi

SUKABUMI – Sejumlah pengunjung dan pemilik warung di sekitaran pantai Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi dikejutkan dengan ombak besar yang terjadi hingga naik kedaratan pantai pada Minggu (5/6).

Diungkapkan Asep Edom (46 tahun) warga Citepus Kebon Kalapa, ombak atau gelombang air laut pasang mulai terjadi sejak pagi hari. Bahkan, sempat membuat wisatawan yang sudah berada di Pantai Citepus ketakutan.

Bacaan Lainnya

“Dampak kerusakan memang tidak ada. Tapi ombak ini membuat pengunjung khawatir. Apalagi melihat kondisi ombak pagi tadi cukup besar, bahkan naik kedaratan. Sebagian wisatawan enggan untuk melakukan aktivitas di pantai,” bebernya.

“Bahkan ada sebagian pengunjung yang begitu datang, langsung pulang lagi karena melihat ombak yang cukup besar. Sejauh ini kondisi menjelang sore air sudah surut tapi pengunjung sudah sepi,” sambungnya.

Dijelaskan Asep Edom, meski tidak ada dampak kerusakan, namun adanya gelombang ombak besar mengikis pasir dipantai. Sehingga, membuat posisi air laut yang tadinya agak jauh dari warung-warung, menjadi lebih dekat.

“Dari bangunan tidak ada kerusakan. Hanya pasir terkikis dan warung-warung yang posisinya berdekatan dengan pantai, sekarang lebih dekat dengan ombak karena pasirnya terkikis,” teranganya.

Sementara itu, berdasarkan rilis dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika stasiun Geofisika (BMKG) Bandung yang diterima Radar Sukabumi, prakiraan tinggi gelombang laut diperairan selatan Jawa barat diprediksi terjadi hingga 11 Juni 2022.

Ketinggian gelombang laut diperairan selatan Jawa Barat yang terjadi Minggu, 5 dan 6 Juni 2022 mencapai 1,5 meter hingga 2,5 meter, dari 7 Juni 2022 ketinggian gelombang mencapai 2 meter hingga 3 meter dan 8 Juni 2022 mencapai 2 meter hingga 2,5 meter. Sementara dari 9 hingga 11 Juni 2022, ketinggian gelombang laut cukup tinggi mencapai 3 meter hingga 4 meter.

“Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi, agar tetap selalu waspada,” pinta Staf Observatori BMKG Wilayah Palabuhabratu, Riw Sulsalasi. (cr2/radar sukabumi)

Gelombang-Tinggi-Pantai-Sukabumi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan