Hanyut Dihantam Tsunami Palu, Azwan dan Dewi Bersatu Lagi

  • Whatsapp

RADARSUKABUMI.com, PALU – Gelombang pasang tsunami yang melanda Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) membuat Azwan dan Dewi terpisah, Jumat (28/9/2018). Tapi berkat kuasa Tuhan, pasangan suami itu bisa bersatu kembali.

“Saya sangat senang, sangat emosional. Terima kasih Tuhan, saya bisa melihatnya lagi,” kata Azwan (38) kepada AFP.

Bacaan Lainnya

Sebelum pertemuan yang mengharukan, Azwan penuh derita mencari istrinya ke ruang mayat darurat dan rumah sakit.

Dewi adalah salah seorang tamu untuk sebuah festival di hotel yang berada di tepi pantai Palu. Tak lama setelah merasakan gempa, sebuah tembok air menghantamnya.

“Gelombang datang dan memukul saya dengan keras. Ketika saya sadar kembali, tiba-tiba saya berada di jalan di depan hotel. Saya ingat mendengar orang-orang berteriak ‘Tsunami! Tsunami!’,” kata Dewi.

Pakaiannya robek. Dia berkeliaran tak tentu arah di jalan yang penuh sampah. Dewi akhirnya menemukan pos evakuasi di mana dia menginap satu malam.

“Tidak ada makanan, tidak ada air. Kami disuruh menunggu sampai aman, sementara gempa susulan terus berdatangan,” kenang Dewi.

Di sisi lain kota, suaminya Azwan yang bersama putri kecilnya selamat dari gempa, dilanda kekhawatiran. Belum ada kabar dari Dewi.

Setelah malam tiba, Azwan memeriksa pasien dan kantung mayat di pusat kesehatan di tengah kota. “Ketika saya tidak dapat menemukan istri saya di salah satu tempat, saya terus mencari ke rumah sakit memeriksa kamar mayat,” kata Azwan.

Minggu (30/9) kemarin, tiba-tiba istrinya muncul, terluka dan tertatih turun dari sebuah sepeda motor yang dia tumpangi menuju rumah keluarga mereka. “Ketika dia turun dari sepeda motor – itu adalah euforia,” katanya.

“Semua orang menangis. Kerabat kami menangis, mereka datang untuk memeluknya.”

Dewi bersyukur kepada Tuhan, ia diberi kesempatan lain berjuang untuk mengatasi cobaan itu. “Saya tidak percaya aku di sini hidup-hidup. Saya masih trauma, terutama karena saudara saya belum ditemukan,” tutur Dewi.

(JPNN/izo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *