Buruh PT Dasan Buang Bayi di Kamar Mandi

  • Whatsapp
OLAH TKP : Anggota Polsek Parakansalak saat melakukan olah TKP dan pemeriksaan saksi dilokasi penemuan mayat bayi yang dibungkul kantong kresek di ruangan MCK PT. Dasan Pan Pacific Indonesia di Kampung Pakuwon, Desa Bojonglongok Kecamatan Parakansalak.

PARAKANSALAK — Ribuan buruh pabrik PT. Dasan Pan Pacific Indonesia di Kampung Pakuwon, Desa Bojonglongok Kecamatan Parakansalak, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat bayi yang tergeletak di dalam ruangan MCK perusahaan, Jumat (16/10).

Kapolsek Parakansalak AKP Slamet Irianto mengatakan, perisitiwa penemuan mayat bayi berjenis kelamin perempuan ini, pertama kali diketahui oleh salah seorang karyawan pabrik yang bernama Aisyah (42) asal warga Kampung Pasir Jambu, RT (01/01) Desa/Kecamatan Parakansalak, saat hendak memasuki kamar mandi, buruh itu merasa kaget karena ia melihat bayi tergelat dibungkus dengan kantong kresek.

Bacaan Lainnya

“Setelah itu, buruh itu langsung melapor kepada pihak security pabrik yang bernama Nia (40) asal warga Kampung Cibodas, RT (01/01) Desa Cibodas, Kecamatan Bojonggenteng,” kata Slamet kepada Radar Sukabumi, Jumat (16/10).

Setelah itu, pihak perusahaan langsung melaporkan kejadian penemuan sesosok mayat bayi tersebut ke pihak kepolisian setempat. “Kami setelah mendapatkan laporan ini, langsung menginstruksikan sejumlah anggota bersama tim medis dari Puskesmas Parakansalak untuk menuju lokasi pabrik,” paparnya.

Setiba dilokasi, anggota langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pemeriksaan sejumlah saksi. Hasil dari pemeriksaan tim medis dari Puskesmas Parakansalak, mayat bayi itu, diperkirakan baru berusia sekitar delapan bulan. “Pada tubuh mayat bayi itu, tidak ditemukan adanya, tanda-tanda kekerasan. Kalau untuk berat badannya sekitar 1.400 gram dan untuk panjangnya sekitar 34 centimeter,” bebernya.

Berdasarkan olah TKP dan pemeriksaan beberapa saksi, mayat bayi itu, diketahui bahwa ibunya adalah karyawan dari PT Dasan Pan Pacific Indonesia yang berinsial SH (31) asal Kampung Cisarandi, RT (001/001) Desa Parakansalak, Kecamatan Parakansalak.

“Dari hasil pemeriksaan sementara bahwa, pengakuan diduga tersangka tidak mengakui bahwa dirinya hamil dan ikut program KB,” paparnya.

Pos terkait

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *