Bocah Disabilitas Peluk dan Cium Ibunya Yang Sudah Meninggal, Akhirnya Dipulangkan ke Sukabumi

  • Whatsapp
Kepala Desa Sukaraja, Yusuf Kohar, saat menjenguk Sharido Sutoval (9) di rumah neneknya di Kampung Pesantren, RT 3/17, Desa Sukaraja, Kecamatan Sukaraja.

SUKABUMI — Nasib memilukan menimpa seorang bocah, Sharido Sutoval (9) harus rela ditinggalkan ibunya Shanti (38) untuk selama-lamanya, karena meninggal ditempat kerjanya di daerah Masuji, Bangka Belitung, Sumatera, pada beberapa waktu lalu.

Saat meninggal dunia, bocah yang memiliki keterbatasan mental itu, menangis sambil mememuluk jenazah ibunya. Hal tersebut, sempat viral di media sosial setelah aksi Sharido di video dengan berdurasi sekitar satu menit dan diunggah di media sosial Facebook maupun Tik Tok.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan informasi yang diperoleh Radar Sukabumi, Shanti yang merupakan asal warga Kampung Pesantren, RT (3/17) Desa Sukaraja, Kecamatan Sukaraja itu, telah lama tinggal bersama anaknya di Bangka Belitung yang sakit-sakitan.

Selama kurang lebih dua tahun, Sharido merawat ibunya seorang diri setelah ayahnya yang diketahui bernama Mangun asal Bali telah menelantarkan keluarga mereka.

Tokoh Pemuda Nur Alamsyah (40) mengatakan, almarhumah Shanti yang merupakan tetangganya dan teman akrabnya semasa kecil itu, telah meninggal dunia di tempat kerjanya di wilayah Bangka Belitung, Sumatera.

“Almahrhumah itu, meninggal di tempat kerjanya di wilayah Bangka Belitung yang bekerja sebagai buruh petani sawit,” kata Alamsyah kepada Radar Sukabumil, Jumat (16/10).

Sebelum berangkat ke Bangka Belitung, sambung Alamsyah, almahrhumah telah meninggalkan dua orang anaknya yang bernama Lona Evendi (19) dan Selpi Aprilia (15) dan kedua anaknya tersebut tinggal bersama neneknya di wilayah Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi.

Pos terkait

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *