Pilkada Kabupaten SukabumiSUKABUMI

Adjo Siap Jadi Kader, Empat Calon Sudah Merapat ke Gerindra

SUKABUMI – Sejak dibukanya pendaftaran untuk Bakal Calon (Bacalon) Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi pada 25 Oktober lalu, Partai Gerindra sedikitnya sudah menerima tiga pendaftar. Ketiganya terdiri dari dua kader internal yakni Ade Dasep Zaenal Abidin dan Yoyok Hendrayana dan satu dari eksternal partai yakni Wakil Bupati Sukabumi, Adjo Sarjono.

Khusus untuk Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Kadisdukcapil) Kabupaten Sukabumi, Sofyan Efendi, rencananya hari ini mendaftar. Meskipun sebenernya, sudah melakukan komunikasi politik pada Jumat lalu.

“Hingga saat ini, sudah ada empat pendaftar (termasuk Sofyan), dua dari kader ekternal dan dua lagi dari partai. Untuk pendaftaran, kami terbuka untuk semua kalangan yang mau mendaftar. Nantinya, ada proses penjaringan, seperti fit and proper test dan hasilnya diajukan ke DPD Gerindra Jabar pada 17 Novemver mendatang,” beber Ketua Badan Pemenangan Pemilihan Kepala Daerah (BAPPDA) Kabupaten Sukabumi, Usep Wawan kepada wartawan, kemarin (27/10).

Berdasarkan prediksi, jumlah bacalon kemungkinan akan bertambah. Karena, penutupan pendaftaran penjaringan para kandidat masih lama, yakni pada 15 November mendatang. “Kami membuka semua pendaftar dari berbagai kalangan. Mulai dari birokrat, pengusaha hingga politisi yang pada prinsipnya harus sesuai visi-misi Partai Gerindra,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua DPC Gerindra Kabupaten Sukabumi, Yuda Sukmagara mengatakan, Partai Gerindra saat ini membuka pintu selebar-lebarnya kepada siapapun yang akan mendaftar. Namun, tentunya para bacalon bupati dan wakil bupati harus menempuh mekanisme yang sudah ditetapkan oleh Partai.

“Didalam surat pernyataan, ada persyaratan-persyaratan. Salah satunya, wajib menjadi kader dan wajib membesarkan partai Gerindra di Kabupaten Sukabumi,” terangnya.

Khusus kemarin (27/10), ada dua calon yang mendaftar. Yakni, Wakil Bupati Sukabumi, Adjo Sardjono dan kader internal Gerindra, Yoyok Hendrayana.

Saat ditanya prihal Adjo, datang ke DPC Gerindra kapasitasnya adalah non partai atau tidak membawa nama parpol manapun. Ketika ada keinginan dari bacalon yang masuk sebagai kader, tentunya akan diterima dengan baik, apakah ada di partai lain nantinya fakta yang menjawab. “Untuk saat ini kita obyektif dulu saja. Prihal ada di partai lain (Ajdo. red) nanti fakta yang akan menjawab,” tukasnya.

Ditempat yang sama, Adjo Sardjono menambahkan, bahwa dirinya mendatangi DPC Partai Gerindra memang untuk mendaftarkan sebagai Bacalon Bupati Sukabumi. “Saya ditemani relawan, hadir disini untuk mendaftarkan diri di Gerindra. Saya sudah mengambil kemudian mengisi dan kembali menyerahkan sebagai bacalon Gerindra,” jelas Adjo.

Tak hanya itu, dirinya mengaku alasan mendaftar ke Gerindra adalah karena Visi dan Misi partai Gerindra sama dalam membangun Kabupaten Sukabumi kedepan. Selanjutnya, dirinya akan mengikuti mekanisme partai dalam seleksi menjadi calon bupati 2020.

Dirinya berharap, prosesnya bisa berjalan dengan lancar. “Mohon doanya dari semua supaya bisa diusung Gerindra sebagai calon Bupati Sukabumi,” pintanya.

Sementara untuk komunikasi dengan partai lain, dirinya menjelaskan bahwa komunikasi dan lobi politik sudah berjalan dengan baik. Bahkan, hampir semua parpol sudah melakukan komunikasi politik. “Kami sudah melakukan beberapa komunikasi dan pertemuan dengan parpol lain semisal PKB, PPP, PAN, PKS, PDIP juga Nasdem, kita tunggu saja,” tukasnya.

Untuk diketahui, Partai Gerindra Kabupaten Sukabumi merupakan pemenang Pileg 2019 lalu dengan meraih mencapai 255 ribu suara. Dengan raihan itu, Partai Gerindra menguasai kursi Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi sebanyak 9 kursi. Meski demikian, untuk mengusung calon kepala daerah dibutuhkan minimal 10 kursi. Sehingga, dipastikan berkoalisi dengan parpol lainnya. (hnd)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *