Ponpes Humaira Cetak Generasi Qurani

  • Whatsapp
KONSEP ALAM: Sejumlah santriwati saat belajar di Ponpes Humaira, Desa Sukamantri, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi.

SUKABUMI – Pondek Pesanteran (Ponpes) Humaira yang berada di Desa Sukamantri, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi ini berkonsep alam nan indah, dan ramah anak.

Menempati lahan sekitar 1.2 hektare, ponpes bersistem Boarding School (BS) tersebut dikhususkan bagi para santriwati. Mondok di sini cukup nyaman, apalagi suasana amannya.

Bacaan Lainnya

Ponpes Humaira yang mengkhususkan visi dan misinya pada pengembangan dan pelaksanaan program pendidikan puteri di Indonesia, merupakan sebuah jawaban dari kebutuhan nyata dan kebutuhan yang dirasakan masyarakat terhadap program pendidikan khusus puteri.

“Kita membentuk puteri Indonesia sebagai puteri yang intelek dan berkarakter, serta siap beradaptasi dengan kebutuhan dan perkembangan zaman,” ujar Pimpinan Ponpes Humaira, Ahmad Gunawan kepada Radar Sukabumi, Minggu (18/4).

Ponpes Humaira ini kata Ahmad, sudah berdiri kurang lebih baru setahun. Untuk santrinya berasal dari berbagai daerah, termasuk ada dari Nusa Tenggara Barat
Provinsi Indonesia (NTB).

“Ponpes Humaira ini melahirkan santriwati genarasi qurani, berakhlak islami dan tentunya didambakan para suami, dan menjadi bidadari surga,” ungkapnya.

Kurikulum yang disajikan ponpes ini kata Ahmad terpusat dengan Al-azhar, dengan mengedepankan Al-Qur’an, sehingga disebut ponpes Al-Quran.

“Ketika mereka lulus dari sini mereka bisa beberapa hapalan atau juz,” katanya.

Lalu, kurikulum lainnnya yakni tarbiah islamiah. Artinya mendisiplinkan anak-anak agar mereka bisa kuat dalam beribadah dan Al-Quran serta berakhlakul islami.

Sementara itu, dalam bimbingannya sendiri antara pembina , guru dan santri menjunjung kasih sayang. Di mana diasuh sepertihalnya di rumah sendiri.

“Kita sebagai pembina memposisikan diri menjadi orang tua mereka. Sehingga terjalin harmonisasi di lingkungan ponpes ini,” jelasnya.

Ponpes Humaira adalah sebuah lembaga terbuka dan moderat terhadap ilmu, pemikiran-pemikiran, dan metode pendidikan manapun yang dipandang positif terhadap pendidikan puteri Indonesia.

” Oleh karena itu kami senantiasa terbuka untuk bekerjasama dengan masyarakat dan bangsa mana pun untuk mewujudkan cita-cita lembaga kami dan cita-cita puteri Indonesia pada umumnya,” pungkasnya. (bal)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *