Apa Itu Penyakit Paru Obstruktif Kronis?

  • Whatsapp
dr. Muhammad Kamal Khairudin unit bagian pelayanan medis dan keperawatan

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) adalah penyakit peradangan paru yang berkembang dalam jangka waktu panjang. Penyakit ini menghalangi aliran udara dari paru-paru karena terhalang pembengkakan dan lendir atau dahak, sehingga penderitanya sulit bernapas.

Salah satu resiko faktor PPOK meliputi Kebiasaan merokok yang merupakan satu-satunya penyebab kausal yang terpenting, jauh lebih penting dari faktor penyebab lainnya. Dalam pencatatan riwayat merokok perlu diperhatikan , riwayat merokok, Perokok Aktif, Perokok Pasif, Bekas perokok serta Riwayat terpajan polusi udara di lingkungan dan tempat kerja.

Seseorang dengan PPOK ringan dapat tanpa keluhan atau gejala. Hal ini berbahaya karena apabila faktor risikonya tidak dihindari maka penyakit ini akan semakin progresif. PPOK dapat menimbulkan gejala seperti Sesak napas, Batuk-batuk lama (batuk 2 minggu), Sputum yang produktif (batuk berdahak), Bertambahnya sesak napas, Kadang-kadang disertai mengi, Sputum menjadi lebih purulent (kental) dan berubah warna, lesu, lemas, susah tidur, mudah Lelah.

Pemeriksaan untuk menunjang diagnosa pada PPOK yang utama adalah Spirometri. Spirometri adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk mengukur secara obyektif kapasitas/fungsi paru (ventilasi) pada pasien dengan indikasi medis. Alat yang digunakan disebut spirometer. Lalu bisa juga menggunakan rontgen untuk mengetahui gambaran paru serta pengambilan sampel dahak dan darah untuk melihat kondisi dan diagnose PPOK.

Prinsip dalam pengobatan PPOK sendiri yang di utamakan adalah edukasi untuk memotivasi agar berhenti menggunakan Rokok, menggunakan masker saat keluar rumah serta olahraga ringan dan minum obat yang teratur.

Pencegahan dapat dilakukan dengan tidak merokok ataupun tidak menjadi perokok pasif. Penggunaan masker juga dapat digunakan apabila kegiatan sehari-hari sering terpapar debu dan asap kendaraan. Menjaga kondisi badan bugar juga tentu perlu diperhatikan seperti makan makanan sehat dan bergizi disertai dengan olahraga rutin.

Bila merasakan gejala seperti demam, batuk, sesak napas dapat segera menghubungi layanan kesehatan untuk mendapatkan saran tindakan apa yang harus dilakukan. Sangat baik untuk kita memiliki nomor kontak/hotline rumah sakit terdekat yang dapat dihubungi saat kondisi darurat. Jangan lupa untuk menerapkan PHBS, melakukan 3M, meningkatkan iman kita, agar imun terjaga dan tercipta rasa aman lahir batin. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *