Wali Kota Sukabumi Minta Pemangku Kebijakan Cegah HIV/AIDS

Walikota Sukabumi

CIKOLE– Walikota Sukabumi yang juga Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Sukabumi, Achmad Fahmi mengajak semua pemangku kepentingan untuk fokus melirik permasalahan Aids yang mengalami kenaikan begitu signifikan.

Pernyataan tersebut dikatakan Fahmi saat memperingati Hari Aids Sedunia (HAS) yang digelar di ruangan bioskop Moviplex Kota Sukabumi, Kamis (1/12).

Bacaan Lainnya

“Saya mengajak kepada seluruh pemangku kepentingan untuk melirik lagi permasalahan AIDS ini, terlebih pasca 32 bulan kita disibukan dengan pandemi karena tidak bisa dipungkiri HIV AIDS mengalami kenaikan secara signifikan dan perlu waspada,” ujar Fahmi Kepada Radar Sukabumi disela-sela kegiatan.

“Hari AIDS sedunia ini salah satu momentum menjemput Indonesia emas 2045 mendatang, semoga mampu dikendalikan karena akan menghadirkan generasi terbaik.

Sebab ketika tidak terkendali akan berdampak pada pembangunan dan ia menyampaikan terimakasih kepada unsur pentahelix baik akademisi, bisnis, community, government, dan media karena telah sama-sama berkomitmen mencegah dan mengendalikan serta akhiri AIDS di 2030 mendatang,” sambungnya.

Selain itu, Fahmi juga mendorong semua elemem turut terlibat dan menggencarkan sosialisasi atau edukasi kepada masyarakat, sebagai langkah preventif bahaya HIV AIDS.

“Harapanya tentu masyarakat teredukasi dengan baik, pertama tidak ada diskriminasi tidak dan intimidasi. Kemudian yang terpenting bagaimana kita ingin memutus mata rantai sehingga tidak ada kasus baru dan tidak ada kematian akibat Hiv Aids,” jelasnya.

Menurut Fahmi, struktur penduduk Indonesia menunjukkan proporsi usia produktif yang besar dalam mendapatkan peluang bonus demografi. Jika SDM dipersiapkan dengan baik maka mendorkng pertumbuhan ekonomi dan kemajuan lainnya.

Sehingga ciptakan SDM, sehat bermutu produktif, inovatif dan terampil, berakhlak mulia dan berdaya saing tinggi. Pemerintah juga berupaya membebaskan rakyat dari pentakit, masalah kesehatan, dann faktor resiko kesehatan termasuk penularan HIV demi ending AIDS 2030.

Sementara itu, pada kegiatan bertajuk ‘satukan langkah cegah HIV semua setara akhiri akhiri AIDS’ ini menampilkan film edukasi mengenai pencegahan dan pengendalian HIV AIDS.

Dalam kegiatan itu pun dihadiri Wakil Walikota Sukabumi Andri Setiawan Hamami, Ketua TP PKK Kota Fitri Hayati Fahmi, Sekda Kota Sukabumi Dida Sembada, dan Sekretaris KPA Kota Sukabumi Fifi Kusumajaya serta unsur pentahelix.

Di tempat yang sama, Sekretaris KPA Kota Sukabumi, Fifi Kusuma Jaya mengatakan, rata-rata yang terjangkit Hiv Aids itu, di akibatkan dari sex bebas, dan pemakai jarum suntik.

“Untuk sekarang ini, yang terinfeksi Hiv Aids kebanyakan dari sex laki-laki, itu mencapai 50 persen dan di dominasi oleh usia 25 sampai 29 tahun,” jelasnya.

Masih kata Fifi, untuk data yang terkena Hiv Aids itu, dari tahun 2000 sampai dengan 2022 julmahnya 2050 orang. Kemudian rata-rata pertahun nambahnya kurang lebih 167 orang, dan dari jumlah itu orang kotanya 45 persen.

“Untuk Hiv Aids kebanyankan itu orang luar bukan asli kota sukabumi, kemudian dari jumlah keseluruha sudah ada yang meninggal, dan meninggalnya di akibatkan malas minum obat dan pengecekan secara rutin,” sambungnya.

Lanjutnya, yang di lakukan oleh KPA lebih kepada pencengahan, dan berkordinasi dengan teman-teman rumah sakit, untuk memutus matarantai sehingga tidak muncul kasus-kasus baru.

“Kami lebih menggencarkan pencegahanya, dan teman-teman rumah sakit dihilirnya. Kemudian kami pun ada kegiatan yang namanya, aku bangga aku tau (ABAD) itu dilakukan langsung ke kampus dan ke sekolah, supaya tahu bahwa Hiv Aids tidak menular melalui keringat dan air liur, tetapi bisa menularnya dari sex,” pungkasnya. (Cr4/t)

Pos terkait