UPTD PSDA WS Cisandea-Cibareno Segera Bangun Fishway, Jaga Biodiversitas dan Populasi Ikan

Andria Hendraningrat
Kepala UPTD PSDA WS Cisandea-Cibareno, Andria Hendraningrat

CIKOLE — Unit Pelayanan Teknis Dinas (UPTD) Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) WS Cisandea-Cibareno, berencana membangun jalur ikan atau fishway di setiap bendungan. Hal itu, sebagai salah satu upaya menjaga biodiversitas dan populasi jenis ikan khususnya ikan sidat yang kini terancam punah.

Kepala UPTD PSDA WS Cisandea-Cibareno, Andria Hendraningrat mengatakan, UPTD PSDA sejauh ini sudah mengajukan rencana pembangunan fishway tersebut dan tatgetnya bakal direalisasikan pada 2023 mendatang di Bandungan atau irigasi Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi.

Bacaan Lainnya

“Dalam rencana pembangunan fishway ini kami menggandeng Dinas Perikanan Kelautan, Brin, FAO (Food and Agriculture Organization) dan pihak terkait lainnya. Rencananya, pembangunan segera direalisasikan pada 2023 mendatang,” kata Andria saat disambangi Radar Sukabumi di ruang kerjanya, Selasa (20/12).

Menurutnya, pembangunan fishway tersebut bakal menjadi pilot project di tingkat lokal maupun nasional. Sebab, hingga saat ini pembangunan tersebut baru akan hadir di Sukabumi.

“Ya, bahkan tingkat nasional belum ada pembangunan fishway ini. Sehingga, jika pembangunan terlaksana akan menjadi percontohan,” ujarnya.

Andria menerangkan, dengan jalur ikan maka dapat memudahkan ikan untuk mencari makanan di sepanjang rute air yang dilaluinya. Selain itu, dengan jalur migrasi ikan, itu juga sangat bagus untuk proses pengasuhan anakan, atau reproduksi ikan.

“Pemilihan jalur ikan, juga menjadi solusi untuk konservasi ikan Sidat yang saat ini terancam keberlangsungannya di alam dan mengalami kepunahan. Maka, pembangunan infrastruktur air tersebut menjadi solusi tegas untuk menjaga populasi Sidat di alam,” bebernya.

Lanjut Andria, ketiadaan jalur ikan pada bendungan, mengakibatkan pergerakan ikan dari hilir ke hulu ataupun sebaliknya menjadi terputus. Kondisi itu, sangat mengancam populasi dan keberagaman jenis ikan, karena saat ini bendungan yang sudah terbangun tidak menyediakan fasilitas tersebut.

“Karena itu, pembangunan bendungan yang ramah ikan mendesak untuk dilakukan. Hal ini, untuk mengatasi dampak buruk bendungan bagi habitat ikan,” cetusnya.

Andria menambahkan, jika pembangunan jalur ikan bisa terwujud di setiap bendungan yang ada maka bisa membantu pemerintah untuk mewujudkan program ketahanan pangan di masyarakat yang ada di wilayah pedesaan.

“Selain itu, apabila pembangunan ini terwujud maka dapat menjadi potensi wisata alam. Mudah-mudahan pembangunan dapat terwujud pada tahun yang akan datang,” pungkasnya. (Bam)

Pos terkait