DPRD JABAR

Dessy ‘Diserang’ Keluhan Warga Bojong

CIKEMBAR — Masa reses pada 5 Maret 2020 Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat (Jabar) Dapil Kota dan Kabupaten Sukabumi Dessy Susilawati, menjadi tempat curhatan warga Desa Bojong, Kecamatan Cikembar.

Puluhan warga dan seluruh perangkat desa telah menyampaikan semua aspirasinya di gedung Desa. Seperti penyedian lapangan kerja, destinasi wisata, penyerapan tenaga kerja yang didominasi kaum hawa, soal rusaknya saluran irigasi, upah guru honorer, kasus stunting, aktivitas bank emok atau rentenir dan lainnya.

Seorang tokoh masyarakat, H Risal mengatakan, Kecamatan Cikembar merupakan salah satu daerah kawasan industri. Namun, hampir seluruh perusahaan yang ada di wilayah tersebut, pekerjanya didominasi oleh kaum wanita. Hal tersebut, dapat menjadi persoalan khususnya untuk kaum laki-laki.

“Selain penyerapan tenaga kerja, kami juga menginginkan adanya bantuan dalam pembangunan agrowisata. Iya, seperti di Desa Bojong ini, akan menjadi kawasan agrowisata buah manggis. Tentu saja, ini harus ditunjang dengan sarana dan prasarana yang memadai,” ujarnya.

Menurutnya, kawasan agrowisata tersebut, harus dapat menarik para wisatawan, baik lokal maupun domestik. Untuk itu, ia bersama warga lainnya berharap dalam reses ini Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Dapil Kota dan Kabupaten Sukabumi Dessy Susilawati, dapat memfasilitasi aspirasi warganya.

“Untuk membangun agrowisata ini, harus di dukung seluruh stakehoalder. Iya, salah satunya sarana irigasi yang akan menunjang distribusi air ke lahan pertanian,” bebernya.

Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi PAN Dessy Susilawati mengatakan, puluhan warga yang merupakan perwakilan dari setiap daerahnya telah menyampaikan semua aspirasinya, mulai dari persoalan sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan dan lainnya.

“Alhamdulillah, antusias masyarakat cukup luar biasa. Saya sudah mencatat lebih dari tujuh aspirasi warga Desa Bojong, Mudah-mudahan bisa terealisasi, tetapi kembali lagi saya sebagai manusia tidak luput dari salah dan lupa. Untuk itu, kita harus saling mengingatkan,” katanya.

Persoalan pabrik yang beroperasi di Sukabumi, khususnya di wilayah Kecamatan Cikembar, ia mengaku sudah dibahas di DPRD Provinsi Jawa melalui Komisi V. “Memang persoalan ini, menjadi topik kita di komisi V dan sudah kita bahas. Semoga saja, ada peraturan menteri atau peraturan gubernur mengenai persoalan ini,” ujarnya.

Sementara persoalan bank emok atau rentenir yang aktifitasnya telah meresahkan warga Sukabumi, ia menilai aktivitas bank emok tersebut tengah menjadi persoalan yang krusial. Lantaran, dalam aktifitasnya diduga dapat mengganggu ketahanan ekonomi masyarakat.

“Bank emok itu, kemarin sudah kita bahas di Komisi III, kita membahas terkait cara memberantas bank emok ini. Sedangkan untuk agrowisata, mudah-mudahan pada 2021 ada anggaran untuk Desa Bojong dalam membangun kawasan agrowisata petik buah manggis.

Sementara untuk masalah irigasi untuk mengairi lahan pertanian, akan kita bahas kembali di DPRD dan kita komunikasikan dengan komisi IV. Iya, intinya semua keinginan warga akan menjadi catatan penting bagi kami untuk diperjuangkan,” pungkasnya. (den/adv)

Tags
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button