Atap Ruang LAB SMPN 2 Gunungguruh Ambruk

  • Whatsapp
Seorang penjaga sekolah SMPN 2 Gunungguruh, Aep Saefudin , saat menunjukan lokasi atap ruang LAB ambruk, kamis (5/3).

GUNUNGGURUH — Atap bangunan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Gunungguruh ambruk setelah diterjang hujan yang disetai angin pada Rabu Malam (4/3) sekira pukul 21.30 WIB. Meski tidak ada korban jiwa, namun sekolah yang berada di Kampung Legoknyenang, RT 3/10, Desa Cibolang, Kecamatan Gunungguruh mengalami kerugian ratusan juta

Berdasarkan informasi yang diperoleh Radar Sukabumi, ambruknya atap bangunan sekolah tersebut karena kondisinya sudah lapuk dan tidak kuat menahan guncangan angin.

Bacaan Lainnya

Seorang penjaga sekolah SMPN 2 Gunungguruh, Aep Saefudin mengatakan, akibat ambruknya atap bangunan sekolah menghambat proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

“Atap sekolah yang ambruk itu, merupakan ruang LAB IPA SMPN 2 Gunungguruh, beruntung kejadiannya malam hari. Kalau siang khawatir ada siswa yang tertimpa material bangunan,” ujar Aep kepada Radar Sukabumi, kamis (5/3).

Pihaknya menduga, atap bangunan tersebut ambruk, lantaran kondisi bangunannya sudah lapuk termakan usia. Sehingga saat kontruksi bangunan di guyuran air hujan sepanjang malam, genting, plapon dan atap bangunan tersebut langsung ambruk.

“Ruang LAB ini, dibangun sektiar tahun 2008 lalu. Sejak dibangun memang belum pernah di perbaik. Iya, memang kondisi bangunannya sudah pada usang,” bebernya.

Dirinya bersama orang tua siswa lainnya berharap kepada pemerintah dapat segera memberikan bantuan untuk membangun kembali ruang kelas yang ambruk tersebut. Sehingga proses KBM di SMPN 2 Gunungguruh dapat berjalan normal.

“Informasinya petugas Dinas Pendidikan akan meninjau ke sini. Namun, hingga saat ini belum juga datang. Semoga saja, pemerintah dapat segera membangun kembali sekolah yang ambruk ini,” paparnya.

Kepala Desa Cibolang, Pepen Supendi mengatakan, setelah mendapatkan informasi teresebut, ia bersama warga lainnya langsung meninjau ke lokasi kejadian.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, hanya saja pihak sekolah mengalami kerugian materil ditaksir lebih dari Rp100 juta. Sebab, di ruang LAB yang ambruk itu terdapat beberapa alat ektronik. Seperti infocus dan lainnya,” katanya.

Setelah meninjau ke lokasi kejadian, ia langsung melaporkan peristiwa tersebut kepada pemerintah Kecamatan Gunungguruh dan BPBD. Untuk meminimalisir terjadinya resiko bencana alam, pihaknya menghimbau kepada seluruh warganya untuk meningkatkan kewaspadaannya dari berbagai potensi bencana alam di musim hujan.

“Apalagi sekarang tengah memasuki cuaca ekstrim, saya selalu menghimbau dan memberikan edukasi kepada seluruh warga, khususnya warga yang tinggal di daerah dataran tinggi dan bantaran sungai, untuk meningkatkan kewaspadaannya.

Bila, terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, saya meminta agar warga segera melapor kepada pemerintah desa agar kami dapat menanggulanginya,” pungkasnya. (den/d)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *