Ghafari telah lama memperjuangkan hak-hak perempuan di Afghanistan. Ia mendirikan sebuah organisasi yang berfokus pada pemberdayaan perempuan secara ekonomi. Ia telah menghadapi banyak tantangan dalam hidup, termasuk menghadapai kekejaman Taliban.
Akhir tahun lalu, ayahnya dibunuh di Kabul sebuah serangan yang oleh Ghafari dikaitkan dengan Taliban. Ia mengatakan perempuan dari generasinya tidak melupakan kekejaman kelompok Taliban. “Kami selalu khawatir akan masa depan,” katanya.
BACA JUGA : Alasan PPKM Diperpanjang, Luhut: Ada Kota yang Angka Kematian Melonjak
Taliban telah berjanji untuk menghormati hak-hak perempuan dan merekrut perempuan untuk bergabung dengan pemerintahan baru, tetapi banyak yang tetap skeptis. Sudah ada laporan tentang wanita Afghanistan yang dipaksa menikah dengan pejuang dan dicambuk di depan umum. Di Herat, anggota perempuan parlemen memiliki rumah mereka mencari dan mobil mereka dibawa pergi.






