SUKABUMI – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DKUKM) Kabupaten Sukabumi terus memacu realisasi pembangunan gerai fisik Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Berdasarkan evaluasi per 6 Juli 2026, dari target 386 gerai, baru 142 gerai atau 36,78 persen yang rampung 100 persen.
Namun, tantangan besar masih dihadapi. Sebanyak 122 gerai belum memulai pembangunan akibat kendala pengadaan lahan strategis, sementara 122 gerai lainnya masih dalam progres bervariasi antara 0,01 persen hingga 99,99 persen.
Sekretaris DKUKM Kabupaten Sukabumi, Gandi Lesmana, menyebut salah satu pilot project yang sudah beroperasi berada di Desa Sasagaran, Kecamatan Kebonpedes. “Yang sudah beroperasi saat ini di bawah 10 persen dari 142 gerai yang selesai. Operasional gerai berkaitan erat dengan juklak-juknis pengisian ruko,” ujarnya, Jumat (17/7).
Pengisian komoditas dan fasilitas gerai KDMP akan dikelola melalui kerja sama terintegrasi dengan BUMN di bawah koordinasi Danantara Indonesia. Sektor yang dilibatkan meliputi pangan oleh Bulog, logistik oleh Pos Indonesia, layanan kesehatan oleh Kimia Farma, hingga pangkalan LPG oleh Pertamina.
Gandi menegaskan, kendala utama pembangunan terletak pada ketersediaan lahan desa yang memenuhi syarat regulasi dan nilai ekonomis. Tidak semua desa memiliki aset tanah strategis. Untuk mengatasi kebuntuan, pemerintah daerah memaksimalkan kebijakan pemanfaatan lahan milik kabupaten, provinsi, hingga perkebunan PTPN dan Perhutani.



