SUKABUMI – Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) menegaskan seluruh pendaki yang melakukan aktivitas tektok—pendakian pulang pergi tanpa berkemah—wajib mendaftarkan diri secara resmi melalui situs web daring TNGGP. Kebijakan ini diberlakukan untuk mengantisipasi risiko keselamatan di sepanjang jalur pendakian.
Juru Bicara Balai Besar TNGGP, Agus Deni, menyampaikan langkah tersebut menyusul video viral yang memperlihatkan proses evakuasi sejumlah pendaki perempuan oleh tim relawan beberapa waktu lalu. “Kami belum menerima data rinci terkait identitas para pendaki, termasuk status mereka mendaftar resmi atau tidak. Saat ini masih kami telusuri,” ujarnya.
Dalam video yang beredar, evakuasi dilakukan malam hari dengan peralatan seadanya. Tim relawan bahkan terpaksa menggunakan kain sarung untuk menggendong pendaki yang mengalami kelelahan ekstrem. Rombongan berjumlah sekitar delapan orang itu diduga minim pengalaman melakukan pendakian dengan metode tektok.
Agus menekankan, tren tektok kini digandrungi generasi muda, namun kerap dilakukan tanpa persiapan fisik dan mental yang matang. “Pendakian pulang pergi dalam satu hari membutuhkan stamina prima dan manajemen waktu ketat. Jika tubuh tidak terlatih, pendaki sangat rentan mengalami kelelahan yang bisa mengancam keselamatan jiwa,” jelasnya.





