Tiket Masuk Objek Wisata Ujung Genteng di Keluhkan Wisatawan, Kadis Pariwisata Angkat Bicara

tiket masuk kawasan objek wisata pantai Ujung Genteng, yang berlokasi di Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi
Tangkapan layar akun facebook Aries Scooteris Limatiga soal tiket masuk kawasan objek wisata pantai Ujung Genteng, yang berlokasi di Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi yang mahal. Selasa, 10 Mei 2022.

SUKABUMI — Tiket masuk kawasan objek wisata pantai Ujung Genteng, yang berlokasi di Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi dikeluhkan wisatawan. Betapa tidak, tiket yang diberikan kepada sejumlah wisatawan dinilai terlalu tinggi.

Seperti diunggah akun facebook Aries Scooteris Limatiga, menuliskan “Brasa malu jd orang UjungGenteng…Banyak rekan, banyak pengunjung yang mengeluhkan tarip retribusi yang begitu tinggi dan bila masuk lokasi” wisata yg masih wilayah UjungGenteng mesti ngeluarin biaya lg… Tp tempat wisata kumuh dan banyak sampah,juga banyak problem yg lain’y… Sampai mereka nanya,hasil dr retribusi itu d gunakan buat apa kata’y… Atuh aink teh palanga polongo bari berem benget da era barina teu arapal dih… #cihatuheuy!!!,” tulisnya.

Bacaan Lainnya

Dalam unggahannya Aries juga menunjukan dua tiket retribusi tanda masuk objek wisata Ujung Genteng dengan harga Rp 35ribu yang dikeluarkan pemerintah daerah dengan perda No : 7 tahun 20218 serta karcis parkir kawasan ujung genteng dengan tarif Rp 25ribu.

Menanggapi hal tersebut Asep JK warga setempat yang juga ketua Rukun nelayan kepada Radarsukabumi saat dihubungi melalui sambungan selular mengungkapkan, tidak hanya di media sosial ramainya keluhan menyoal tiket retribusi yang mahal tersebut, namun juga secara langsung diterimanya.

“Banyak warga dan wisatawan yang mengeluh dengan kondisi yang terjadi dilapangan ke saya juga. Sedangkan fasilitas penunjang seperti jalan rusak, belum lagi tempat pembuangan sampah, tong sampah saja tidak ada, susah nyari tong sampah disitu susah, kalaupun ada itu penyediaan tong sampah disediakan warga, itu banyak yang komplain wisatawan,”ungkap Asep JK.

Dijelaskan Asep, sementara untuk tiket yang beredar dengan tarif Rp 25ribu yang tersebar di media sosial itu, merupakan tiket untuk objek wisata masuk ke hutan Ujung Genteng.

“Belum lagi masuk ke objek wisata Pasir putih bayar lagi, sedangkan fasilitas yang dilihat wisatawan apa, gak ada pembangunan, boro boro pembangunan fasilitas penunjang pengadaan tong sampah saja gak ada,” jelasnya.

Saat ini, dirinya telah berkordinasi dengan anggota dewan yang ada diwilayah setempat untuk melakukan investigasi ramainya keluhan wisatawan soal mahalnya tiket masuk ke kawasan objek wisata Ujung genteng yang tidak sebanding dengan fasilitas tersedia.

“Sudah saya laporan ke anggota dewan untuk investigasi, jadi untuk mengetahui apa yang dikeluhkan masyarakat disitu, sudah saya sampaikan bahkan kepada dua anggota dewan yang ada didaerah pemilihan disini,” terangnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.