Di tempat sama, orang tua korban, Sandi Susandi, warga Kampung Leuwi Peucang, Desa Mekarsari, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, berterima kasih kepada polisi yang sudah menangkap para pelaku yang menghabisi nyawa putra tunggalnya tersebut.
“Pelakunya sudah berhasil ditangkap. Kami meminta agar pelaku bisa di hukum seberat-beratnya,” singkatnya.
Sekadar diketahui, El Franza meregang nyawa setelah terlibat tawuran di Jalan raya utama Cicurug Kabupaten Sukabumi, Minggu (3/11) dini hari sekira pukul 01:00 WIB.
Meski sempat dilarikan ke RSUD Sekarwangi Cibadak, namun nyawa El tak terselamatkan, akibat luka parah pada bagian dadanya.
Peristiwa itu terjadi saat korban dan teman-temannya sedang nongkrong di kawasan pasar Cicurug. Tiba-tiba, mereka diserang puluhan pelajar SMK swasta di Kabupaten Sukabumi. Seleian menewaskan El, dua rekan El mengalami luka-luka di bagian pinggang dan pergelangan tangan.
Pengamat Kebijakan Publik dan Pendidikan Sukabumi, Asep Deni mengaku prihatin terkait peristiwa seorang pelajar SMK Pertanian yang tewas setelah terlibat perkelahian dengan sekolah lain.
“Perisitiwa meninggalnya seorang siswa SMK itu, merupakan pukulan telak bagi dunia pendidikan. Generasi muda yang seharusnya melakukan kegiatan posistif, malah melakukan aksi tidak terpuji.
Mudah-mudahan ini menjadi hikmah bagi orang tua dan guru agar tidak terulang kembali. Apalagi, insiden seperti ini bukan pertama kalinya terjadi di Sukabumi,” jelas Asep.
Untuk itu, dalam proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), pemerintah harus menekankan pola pendidikan kepada siswanya dengan sistem pembentukan karakter, moral dan pembentukan akhlak.
“Dengan sistem pendidikan seperti ini, tentunya dapat meminimalisir terjadinya aksi tawuran pelajar,” ujarnya.
Selain pola pendidikan karakter, sambung Asep, untuk mengantisipasi peristiwa tersebut, maka seluruh stakehoalder harus menjaga dan meningkatkan sinergitas dalam mengawasi para pelajar, mulai dari keluarga, sekolah dan masyarakat.
“Perlu adanya pengawasan yang intensif untuk mengantisipasi terjadinya tawuran pelajar ini. Iya, intinya seluruh stakeholader harus berperan aktif didalamnya, khususnya peranan pemerintah daerah dan dinas pendidikan untuk terus menerus bersama-sama meningkatkan sinergitas dalam membangun pola pendidikan anak,” pungkasnya. (bam/den)






