Tawuran di Jalan Raya Cisaat Sukabumi, Pemuda Asal Kadupugur Tewas Bersimbah Darah

Lokasi Tawuran Cisaat Sukabumi

SUKABUMI – Warga Desa Nagrak, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, digegerkan dengan aksi dugaan tawuran hingga menewaskan seorang pemuda berinisial M (20) warga Kadupugur, tewas bersimbah darah dengan luka sabetan di bagian kepala sebelah kiri.

Seorang warga asal Jalan Raya Cisaat, Desa Nagrak, Kecamatan Cisaat, DH (38) mengatakan, peristiwa nahas ini yang terjadi pada Rabu (29/11) sekira pukul 24.00 WIB ini, ia mendengar suara keributan yang berasal dari ruas Jalan Raya Nasional Sukabumi – Bogor.

Bacaan Lainnya

“Saya melihat dari jendela kamar di lantai 2 itu, segerombolan pemuda berjalan kaki sambil membawa senjata tajam dari arah Cibatu ada sekitar¬† lima orang. Tapi, kalau dari arah Cisaat ada 20 orangan,” kata DH pada Kamis (30/11).

Setelah melihat segerombolan pemuda itu, ia tidak berani keluar. Tidak lama setelah itu, dua gerombolan pemuda itu langsung bentrok menggunakan senjata tajam jenis samurai, celurit dan golok. “Waktu itu, saya lagi tidur. Tapi, terdengar teriakan cukup keras. Makanya kebangun. Ternyata, itu kejadian bentroknya pas depan kamar saya,” imbuhnya

Lebih lanjut DH menjelaskan, aksi tawuran di ruas Jalan Raya Nasional Sukabumi – Bogor ini, kerap kali terjadi. Namun demikian, baru kali ini aksi tawuran tersebut membawa senjata tajam hingga menelan korban jiwa.

“Memang di sini, sering kejadian seperti itu. Nah, kalau kejadian yang semalam kelihatan bawa samurainya. Karena, samurainya digesekan ke aspal sampai keluar percikan,” imbuhnya.

Polsek Cisaat Sukabumi
Kapolsek Cisaat, Polres Sukabumi Kota, AKP Yanto Sudiarto

Sementara itu, Kapolsek Cisaat, Polres Sukabumi Kota, AKP Yanto Sudiarto mengatakan, pihaknya membenarkan terkait aksi dugaan tawuran di wilayah Jalan Raya Cisaat, Desa Nagrak, Kecamatan Cisaat itu, telah mengakibatkan korban jiwa. “Memang benar, semalam ada kejadian. Saya menerima laporan perihal itu, pada Kamis (30/11) dini hari, tepatnya sekira pukul 03.00 WIB,” kata Yanto.

Pada Kamis (30/11) dini hari, sambung Yanto, keluarga korban telah melaporkan keluarganya dalam keadaan meninggal dunia di rumah sakit. Setelah mendapatkan laporan itu, ia bersama sejumlah anggotanya langsung bergegas ke lokasi kejadian. “Malam sudah kita cek ke TKP di Jalan Cibatu, Cisaat. Ternyata benar telah terjadi dugaan penganiayaan,” ujarnya.

Setiba di lokasi, petugas Kepolisian langsung melakukan olah TKP dan pemeriksaan saksi-saksi. Menurut keterangan saksi yang telah dilakukan pemeriksaan, peristiwa terjadi kurang lebih sekira pukul 24.00 WIB.

Ketika disinggung mengenai penyebab kematian korban dan kronologis aksi dugaan tawuran tersebut. Yanto belum bisa menjelaskan secara gamblang. Lantaran, perkaranya kini tengah dalam proses penyelidikan lebih dalam. “Keluarga korban itu, melaporkannya ke Mapolres Sukabumi Kota. Namun, karena di Cisaat TKP-nya. Makanya, kita bantu untuk mengungkap kasus tersebut,” paparnya.

Untuk itu, saat ini pihak kepolisian Polsek Ciaat dan Satreskrim Polres Sukabumi Kota, tengah melakukan penyelidikan lebih dalam lagi. Ini dilakukan untuk mengetahui penyebab kematian korban yang mendapatkan luka bacok di bagian leher sebelah kiri. “Untuk keterangan detail korban meninggal itu, belum diketahui yah. Karena sampai sekarang korban itu masih RSUD Syamsudin SH Kota Sukabumi yah, untuk dilakukan autopsi,” pungkasnya. (Den)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *