BERITA UTAMAPemerintah Kota Sukabumi

Soal PSBB, Kota Sukabumi Satu-satunya Kota di Jabar yang Berstatus Biru

SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Provinsi Jawa Barat akan dievaluasi hingga tanggal 29 Mei 2020 nanti. Yang artinya, Kota Sukabumi masih melaksanakan PSBB namun dengan sejumlah catatan positif.

Dari total 27 kabupaten kota di Jabar, ada 3 daerah yang berstatus zona merah, 19 daerah berstatus zona kuning dan 5 daerah berstatus zona biru. Sedangkan zona hijau hingga saat ini belum ada.

“Alhamdulillah, Kota Sukabumi menjadi satu-satunya kota di Jabar yang masuk level 2 atau zona biru. Ini menandakan harus tetap melakukan pengendalian dengan cara physical distaning,” kata Wali Kota Sukabumi dikutip Radarsukabumi.com, Kamis (21/5/2020).

Ya, dalam hal ini Pemprov Jabar membagi ada lima level kewaspadaan. Terdiri dari; level 1/hijau yakni rendah dengan tingkat ekonomi 100 persen, level 2/biru yakni moderat dengan tingkat ekonomi 90 persen, level 3/kuning yakni cukup berat dengan tingkat ekonomi 60 persen, level 4/merah yakni berat dengan tingkat ekonomi 30 persen dan level 5/hitam yakni kritis dengan tingkat ekonomi 10 persen.

“Kota Sukabumi berada pada level 2 biru atau moderat yang artinya aktivitas perekonomian 90 persen. Bisa kembali normal tapi tidak boleh ada kerumunan dulu. Kita tentunya berharap bahwa Kota Sukabumi dapat turun ke level 1 atau warna hijau yang menunjukkan kota kita sudah aman,” ujar Fahmi.

Untuk itu, kata Fahmi lagi, Pemerintah Kota Sukabumi berharap adanya upaya bersama dalam rangka mempercepat pulihnya Kota Sukabumi. Adapun caranya berupa tidak perlu keluar rumah bila sangat tidak terpaksa dan wajib pakai masker jika harus keluar.

Selain itu wajib pula untuk tetap melakukan physical distancing atau jaga jarak aman. “Kolaborasi pemerintah dan warga sangat diperlukan agar pandemi ini cepat berakhir. Mari tetap bersemangat untuk menjaga kota tercinta,” tukasnya. (izo/rs)

Tags
loading...

One Comment

  1. Alhamdulillah.. Mudah2 an data nya betul ya kang haji… Jangan sampai di depan nya tiba2 ada kabar yang sebaliknya..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button