Pemerintah mengklaim bahwa pelaksanaan operasi penyekatan pada masa pelarangan mudik hari pertama pada 6 Mei 2021 terkendali. Ribuan kendaraan telah diputar balik hingga kemarin (7/5).
Korlantas memastikan telah menambah jumlah pos penyekatan di Sumatera, Jawa dan Bali. Dari awalnya 333 titik penyekatan menjadi 381 titik penyekatan. Kabag Ops Korlantas Polri Kombespol Rudi Antariksawan menuturkan, penambahan titik penyekatan itu berdasarkan hasil evaluasi. ”masih ada jalur alternatif,” paparnya.
Karena itu, dengan penambahan titip penyekatan tersebut, jalur alternatif akan semakin sedikit. Sehingga, peluang untuk lolos penyekatan larangan mudik semakin kecil. ”itu tujuannya,” paparnya.
Sementara di Jalur Tol Jakarta-Cikampek, Jasa Marga mencatat total 648 kendaraan yang diputar balik dan dikeluarkan ke GT Cikarang Barat 3 dan GT Karawang Barat 1 untuk kembali ke Jakarta pada hari pertama pelarangan mudik.
General Manager Representative Office 1 Jasamarga Transjawa Toll Road Widiyatmiko Nursejati menyatakan, dari total 648 kendaraan yang dialihkan tersebut, 88 persen diantaranya adalah kendaraan pribadi. Sementara 12 persen sisanya merupakan kendaraan angkutan penumpang.
Ia menyebut, memang di hari pertama sempat terjadi kepadatan menjelang kedua titik check point di KM 31 dan 48 karena pihak Kepolisian melakukan proses pengecekan dokumen pendukung Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) yang masuk dalam kategori dikecualikan.
“Namun kami amati di lapangan, setelah lokasi titik penyekatan relatif lancar. Jika ada yang tidak memenuhi syarat perjalanan maka akan ditindak keluar ke gerbang tol terdekat, Gerbang Tol (GT) Cikarang Barat 3 dan GT Karawang Barat 1 untuk diputar balik kembali ke arah Jakarta,” ujar Miko.
Kasat Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Akmal mengatakan, pihaknya terus mempelajari dan mengevaluasi pengawasan di titik-titik check point yang diberlakukan, terutama di jalan tol.
Ia menyampaikan bahwa jumlah kendaraan di hari pertama yang dikeluarkan dari jalan tol cenderung lebih banyak dibandingkan dengan di hari kedua yang mulai mengalami penurunan. Pihaknya terus meningkatkan pengawasan khususnya untuk kendaraan-kendaraan truk yang terindikasi mudik, ”Misalnya dengan mencirikan kendaraan truk yang beralaskan terpal,” sebutnya.






