NYALINDUNG- Tidak terima adanya aktifitas perusahaan yang melakukan peledakan dengan menggunakan dinamit, ratusan warga Desa Neglasari, Kecamatan Nyalindung, berbondong-bondong mengepung kantor PT Gunung Bumi Perkasa (GBP) di Kampung Cijurai, RT 6/3, Desa Neglasari, Kecamatan Nyalindung, Rabu (12/9).
Seorang tokoh masyarakat, Endang Munajat (55) warga Kampung Cijurai, Desa Neglasari, mengatakan, kedatangan ratusan massa ini, menyusul adanya suara ledakan dinamit yang muncul dari perusahan tambang, tanpa ada sosialisasi kepada warga terdampak.
“Kami khawatir, perusahaan tambang yang melakukan peledakan dengan menggunakan dinamit dapat berdambak buruk terhadap lingkungan. Seperti, erosi dan bencana lainnya. Apalagi, lokasi perusahaan tambang batu porslen ini, berada di atas pemukiman penduduk,” jelas Endang kepada koran ini, Rabu (12/9).
Emosi warga semakin memuncak, setelah adanya ledakan pertama yang dilakukan PT GBP pada Selasa (11/9) sore hari. Saat itu, puluhan warga telah menyambangi kantor perusahaan untuk tidak melakukan peledakan dalam melakukan aktivitas tambangnya. Namun, permintaan warga tidak di hiraukan pihak perusahaan.
“Warga sudah puluhan kali mengadukan persoalan ini baik kepada pemerintah desa maupun pihak perusahaan. Namun, sayang aspirasi warga tidak pernah didengar. Makanya, ratusan warga langsung melakukan aksi unjuk rasa ke kantor perusahaan,” tandasnya.
Sementara, Ketua RW 3 Desa Neglasari, Saputra mengatakan, warga memprotes soal aktivitas perusahaan yang menggunakan bahan peledak. Lantaran, dinilai dapat berpotensi buruk terhadap ekosistem lingkungan hidup. Bahkan, emosi warga semakin memanas, ketika banyak dampak yang dirasakan warga.





