SUKABUMI — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukabumi resmi berganti kepemimpinan untuk periode 2026–2031. Pergantian Ketua Umum dan Sekretaris Umum ditetapkan melalui Musyawarah Daerah (Musda) XII yang digelar di Hotel Augusta Cikukulu pada Selasa (21/7) hingga Rabu (22/7).
Musda yang berlangsung selama dua hari ini dihadiri Wakil Bupati Sukabumi, Andreas, Ketua MUI Jawa Barat KH Aang Abdullah Zein, serta jajaran pengurus dan alim ulama se-Kabupaten Sukabumi.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Andreas menegaskan bahwa Musda bukan sekadar agenda rutin pemilihan kepengurusan baru, melainkan momentum strategis untuk konsolidasi, evaluasi, dan merumuskan langkah nyata demi kemaslahatan umat. “Musyawarah harus dilaksanakan secara demokratis dan bermartabat. Siapapun yang terpilih, saya minta untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah,” ujarnya.
Ia menambahkan, peran ulama sangat dibutuhkan untuk membentengi akidah umat sekaligus menjadi perekat sosial di tengah masyarakat majemuk. “Keberhasilan pembangunan bukan hanya fisik semata, melainkan juga mental dan spiritual. Dukungan, doa, serta bimbingan para kiai dan alim ulama sangat kami harapkan agar Kabupaten Sukabumi senantiasa mendapatkan keberkahan,” tambahnya.



