KOTA SUKABUMI

Kadisdikbud Novian: Guru Kota Sukabumi Harus Lebih Pintar dari AI

×

Kadisdikbud Novian: Guru Kota Sukabumi Harus Lebih Pintar dari AI

Sebarkan artikel ini
ABADIKAN MOMEN: Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi Novian Restiadi berfoto bersama General Manager Rahmad Yanadi dan jajaran di Gedung Graha Pena Radar Sukabumi, Rabu (22/7). FOTO: RADAR SUKABUMI

SUKABUMI – Memang tidak banyak hal yang dibahas dari siniar berdurasi 30 menitan. Novian Restiadi fokus membicarakan tentang guru dan mutu kualitas pendidikan di Kota Sukabumi.

“Alhamdulillah, dapat saya katakan bahwa kita punya guru yang hebat dan anak murid yang cerdas,” tutur Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi, Rabu (22/7/2026).

Ya, Novian baru menjabat 10 bulan sebagai Kepala Disdikbud Kota Sukabumi. Sebelumnya, dia malang melintang di perdinasan yang terkait dengan pengadaan barang dan jasa serta perhubungan. Dari jalanan, Novian mengurusi pendidikan.

“Kota Sukabumi ada 16 SMP negeri dan 98 SD negeri. Untuk SMP, semuanya sudah saya datangi. Kalau SD memang belum semuanya, tapi saya upayakan untuk hadir di semua sekolah. Termasuk sekolah swasta,” ungkap Novian.

Selama beranjangsana ke setiap sekolah, Novian selalu membawa “oleh-oleh” bernama masalah. Infrastruktur adalah masalah yang kerap diutarakan para guru dari setiap sekolah. Hal kedua, bicara tentang upaya meningkatkan mutu kualitas pendidikan di Kota Sukabumi.

“Seperti yang saya katakan sebelumnya, kita patut bersyukur, atas arahan dari Bapak Wali Kota Sukabumi, kita punya guru yang hebat. Jadi sejauh ini mutu kualitas pendidikan kita terjamin. Hanya saja ada tantangan terkini yaitu hadirnya artificial intelligence atau AI,” tutur Novian.

Ada narasi yang berkembang bahwa kelak guru dapat digantikan oleh AI. Entah berupa sistem atau berwujud robot. Menurut Novian, AI tidak akan mungkin bisa menggusur peran dan posisi guru.

“AI itu kita akui memang pintar, cerdas. Tapi AI itu gak punya hati, gak punya perasaan, gak punya emosi. Sementara pendidikan itu bukan hanya sekadar kepintaran. Yang namanya guru, itu digugu dan ditiru. Untuk digugu dan dituru itu harus ada hati. Dan itu harus oleh guru berwujud manusia, bukan robot,” kata Novian.

Sementara itu, General Manager Radar Sukabumi Rahmad Yanadi mengucapkan terima kasih dan apresiasi kehadiran Novian dan jajaran di Gedung Graha Pena Radar Sukabumi. “Silaturahmi ini bukan silaturahmi biasa. Kami yakin dan percaya, kolaborasi ini dapat menciptakan “karya” untuk pendidikan di Kota Sukabumi,” kata Rahmad Yanadi. (izo)