BERITA UTAMAKABUPATEN SUKABUMI

Krisis Air di Sukabumi, Landa Kecamatan Sukalarang dan Cikembar

×

Krisis Air di Sukabumi, Landa Kecamatan Sukalarang dan Cikembar

Sebarkan artikel ini
Krisi Air Sukabumi

Kondisi serupa juga dirasakan oleh warga Desa Titisan. Kepala Desa Titisan, Bambang mengungkapkan, krisis air bersih ini, awalnya hanya melanda di wilayah Kedusunan Cimanggu saja.

Namun pada pertengahan tahun 2021 merembet ke semua wilayah di Desa Titisan. Kondisi krisis air ini berdampak pada 65 persen warga.

Bank bjb Tandamata

“Tapi ini segera direspons oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sukabumi yang datang memberikan bantuan air bersih langsung diserbu sama warga, hingga mereka harus rela mengantre untuk menunggu giliran bantuan air bersih,” kata Bambang kepada Radar Sukabumi.

Merespons kejadian krisis air tersebut , Sekretaris BPBD Kabupaten Sukabumi, Anita Mulyani kepada Radar Sukabumi mengatakan, fenomena krisis air merupakan peristiwa musiman yang kerap terjadi selama musim kemarau pada Agustus 2021 lalu.

Dalam rapat koordinasi dan konsultasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan BPBD Provinsi Jawa Barat untuk menyiapkan bahan rencana status siaga kekeringan dan siaga kebakaran lahan dan hutan pada Mei 2021 lalu.

Dari 47 kecamatan yang tersebar di Kabupaten Sukabumi, diprediksi ada 12 kecamatan yang akan terdampak dari musim kemarau seperti kekeringan lahan pertanian dan krisis air bersih.

Disebutkan 12 kecamatan yang berpotensi mengalami kekereringan ini, yakni Kecamatan Cicurug, Parungkuda, Cibadak, Cisaat, Gegerbitung, Sukalarang, Gunungguruh, Bantargadung, Palabuhanratu, Cisolok, Ciemas dan Ciracap.