Hobi menggambar anaknya itu menurut Yani adalah hasil otodidak, dimulai saat usianya masih 4 tahun sampai dinding rumah habis dicorat-coret sehingga tak jarang dimarahi orang tua.
“Dulu itu, dia suka nyoret-nyoret tembok rumah menggambar pemandangan. Kadang suka saya marahin. Sampai Febby sekolah, buku pelajarannya semua digambarin, jelas awalnya kesal karena harus sering beli buku baru. Tapi, tidak menyangka sekarang hasil gambarnya bisa bagus-bagus seperti ini,” jelasnya.
Yani mengaku, setelah ada wartawan yang memberitakan tentang kelihaiannya itu tidak lama kemudian banyak bantuan yang datang dari komunitas hingga undangan dari beberapa stasiun televisi.
“Saya tidak menyangka, Febby bisa viral seperti saat ini. Bahkan sekarang banyak bantuan yang datang. Kami sangat bersyukur sampai Pak Presiden RI, Joko Widodo pun mengutus orang untuk memberikan bantuan berupa peralatan sekolah dan uang,” imbuhnya.
Bahkan, sambung Yani, pada tahun 2020 ini Febby berencana melanjutkan pendidikan ke SMA di Kecamatan Jampangtengah. “Semoga dengan Febby bisa sekolah lagi keterampilannya semakin terasah. Kami sangat berterimakasih kepada semua yang sudah memberikan bantuan dan memperhatikan anak kami,” tambahnya.
Sementara itu, Febby Lissa Ayu Aryanti mengaku sangat ingin melanjutkan sekolah ke SMA, dan berharap bisa mencapai cita-citanya menjadi desainer profesional. “Tidak lanjut sekolah karena tidak ada biaya, sehari-hari bantu ibu saja jualan kopi. Kalau pagi, biasa ngurusin nenek sakit bantu ke air bantu mijitin,” tutur Febby.
Febby mengulas, sejak kecil dirinya suka menggambar tokoh-tokoh anime. “Kalau soal menggambar banyak juga yang minta digambarin sketsa wajah, kadang ada juga anak-anak sekolah yang minta digambar kadang dikasih Rp20 ribu,” ungkap gadis berkulit putih ini.
Selain menggambar, Febby juga menyenangi bahasa Inggris. Meskipun tidak fasih beberapa kalimat percakapan sehari-hari ia kuasai dengan baik.
“Pengen banget sekolah lagi, belajar lagi, tapi saya juga enggak bisa maksain karena penghasilan ibu dan ayah juga terbatas,” lirih Febby yang setiap hari belajar bahasa Inggris tersebut.






