KABUPATEN SUKABUMI

Longsor, Satu Rumah di Nagrak Rusak Berat

NAGRAK – Bencana alam kembali menerjang wilayah Kabupaten Sukabumi. Kali ini, bencana longsor sepanjang 10 meter dengan tinggi empat meter terjadi di Kampung Kubang, RT (2/5),  Desa Cisarua, Kecamatan Nagrak, kemarin (30/3). Peristiwa yang terjadi sekira pukul 15.30 WIB ini, terjadi setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras.

Seorang anggota Babinsa Desa Cisarua, Serda Parjiman mengatakan, meski tidak ada korban jiwa, namun akibat bencana ini telah menyebabkan rumah warga milik Pudin mengalami rusak berat. “Setelah hujan deras tebing yang berada di atas rumah warga langsung ambruk. Iya, akibatnya rumah Pak Pudin tercancam tergerus longsor,” kata Parjiman kepada Radar Sukabumi, kemarin (30/3).

Setelah mendapatkan laporan bencana ini, sambung Parjiman, ia bersama pemerintah desa setempat dan warga langsung melakukan aksi gotong royong membersihkan material longsoran yang merusak rumah warga.

“Kami bersama warga langsung melakukan kerja bakti untuk membuang tanah yang menutupi saluran air. Bila tidak dilakukan seperti ini, dikhawatirkan saat hujan deras dapat menyebabkan bencana banjir,” paparnya.

Meski tidak ada korban jiwa, namun akibat bencana longsor ini keluarga korban mengalami kerugian materil ditaksir mencapai Rp10 juta.

“Rumah yang terdampak dari bencana longsor ini, disisi oleh satu kepala keluarga dengan jumlah jiwa sebanyak enam orang. Saat ini, seluruh keluarga korban sudah dievakuasi untuk sementara waktu ke rumah keluarga terdekatnya.

Iya, bila tidak dievakuasi kami khawatir terjadi bencana susulan, mengingat cuaca ekstrim saat ini dikhawatirkan terjadinya bencana susulan,” bebernya.

Untuk mengantisipasi perisitiwa serupa, pihaknya menghimbau kepada seluruh warga Desa Cisarua untuk meningkatkan kewaspadaannya di musim hujan. Terlebih lagi, pada akhir Maret hingga awal April 2020 nanti, diprediksi intensitas curah hujan akan meningkat dari bulan-bulan sebelumnya.

“Bencana itu, tidak dapat diprediksi dan diketahui kapan akan terjadinya. Namun, alangkah baiknya kita harus meningkatkan kewaspadaan.

Apalagi, warga yang tinggal di daerah perbukitan dan bantaran sungai harus siaga untuk meminimalisir terjadinya risiko bencana alam,” pungkasnya. (den/d)

Tags
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button