CATATAN DAHLAN ISKAN

Rumah Terakhir Maria

×

Rumah Terakhir Maria

Sebarkan artikel ini

Saya pun mendorong pintu depan gereja itu. Beberapa orang masih asyik bicara. Sambil melingkari sosok yang diajak bicara: pastor. Saya ikut menyalami sang Pastor. Memperkenalkan diri dari Indonesia. Tanpa menyebut nama. Lalu mengajukan beberapa pertanyaan. Salah satunya membuat saya sendiri malu. Terlalu pertanyaan wartawan. “Apakah di rumah itu juga makam Perawan Maria?” tanya saya.

Sang Pastor tidak segera menjawab. Saya segera merasa malu. Lalu minta maaf. Seperti orang baru sadar. Bahwa Maria dipercaya ikut muksa. Bersama jasadnya. Seperti juga putranya. “Sebagai orang Katholik rupanya Anda lupa…”, ujar sang Pastor. Mengira saya pasti Katholik. Kok mau datang ke dalam gereja itu. “Ya ya ya… Saya lupa… Perawan Maria ke sana bersama jasad,” kata saya menyelesaikan kalimat Pastor yang terpotong itu.

Bank bjb Tandamata

Ia pun tersenyum ramah. Lalu kembali menyalami saya. Sambil melayani jemaat lain yang mengerumuninya. Selesai. Membawa pulang malu. Tidak jauh dari rumah Maria ada kota besar. Pengganti Ephesus yang tinggal puing. Namanya kota Selcuk. Saya tidak jadi mampir ke situ. Toh ke Izmir tinggal satu jam. Lewat Otoban. Alias Otoyol. Lebih baik makan siang di Izmir saja. Di pinggir Teluknya yang terkenal.

Setelah makan siang saya ingin ke gereja lain. Yang sejak dua tahun lalu sangat terkenal. Apalagi sejak Agustus tahun lalu. Ketika ekonomi Turki gonjang-ganjing. Nilai tukar Lira terjun bebas. Inflasi sampai 40 persen. Suku bunga menjadi 30 persen. Semua itu gara-para Pastor gereja ini. Pastor Andrew Brunson. Asal North Carolina, Amerika.Pastor ini ditahan. Oleh pemerintah presiden Recip Erdogan.

Presiden Amerika minta Pastor Brunson dibebaskan. Hari itu juga. Erdogan melawan. Brunson dianggap terlibat kudeta yang gagal. Dianggap jaringan Fatullah Gulen. Lawan Erdogan. Yang kini tinggal di Pennsylvania, Amerika. Amerika lantas mengenakan sanksi ekonomi pada Turki. Gempar. Gonjang-ganjing. Ekonomi memburuk.

Akhirnya Turki memulangkan Brunson ke Amerika. Setelah konomi terlanjur babak-belur. Brunson sendiri kini pasti kangen Izmir. Sudah hampir 25 tahun ia tinggal di kota itu. Yang jarang terlihat masjid. Lokasi Gereja Brunson ini di kota lama. Jalan-jalan di kawasan ini sempit-sempit. Semua jalan dibuat satu arah. Kanan-kirinya toko-toko kecil. Sangat ramai. Banyak orang jalan-jalan di kawasan ini.