CATATAN DAHLAN ISKAN

Rumah Terakhir Maria

×

Rumah Terakhir Maria

Sebarkan artikel ini

Ketika saya mengucapkan ‘alaihissalam’ ada orang mendengarnya. Dan mendekati saya. “Anda Islam?,” tanyanya. “Saya juga Islam. Saya orang Turki. Rumah saya dua jam dari sini,” tambahnya.

Saya pun bertanya: apakah orang Islam di sini juga percaya? Bahwa ini rumah terakhir Maryam? “Sangat mungkin,” katanya. Dunia Katholik juga belum setegas Kristen Ortodoks. “Mungkin saja ini rumah terakhir Perawan Maria,” kata orang Katholik.

Bank bjb Tandamata

Tapi Paus memberkati tempat ini. Bahkan beberapa Paus sudah berkunjung ke sini. Menurut yang dipercaya Ortodoks, kisahnya sangat nyata. Perawan Maria dibawa ke sini oleh Johannes. Alias John. Pengikut utama Jesus. Yang saat Jesus disalib sempat titip ibunya. Agar John menjaga dan mendampinginya.

Oleh John Maria dibawa jauh ke utara. Ke Ephesus itu. Lalu tinggal di puncak bukit itu. Sampai akhir masanya di dunia. Semua orang boleh masuk rumah itu. Yang sudah direnovasi. Tanpa mengubah bentuknya.

Sayang tidak boleh memotret di dalamnya. Orang pada sembahyang di depan patung Bunda Maria. Lalu mengambil lilin kecil. Sambil meninggalkan uang serelanya. Lilin itu dibawa ke luar rumah. Untuk dinyalakan. Lalu ditancapkan di tempat yang disediakan. Bersama puluh lilin lainnya.

Gereja Ortodoks percaya: di situlah John menulis Kitab Injil. Rasanya John sendiri menjelaskan lain. Ia menulis Injil di satu pulau di Yunani. Di sebelah rumah ini ada jalan menurun. Ada toko souvenir kecil. Di sebelahnya ada pintu besi. Saya dorong pintu besi itu. Saya lihat ada bangunan agak besar. Beberapa orang keluar dari pintu bangunan itu. “Apakah ini hotel?” tanya saya. “Ini gereja Katholik,” jawab si Irlandia.