JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto resmi mencopot Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, yang kini berlanjut ke proses hukum. Keputusan ini dinilai sebagai langkah bijak dan tepat sasaran dalam upaya menegakkan integritas pemerintahan.
Pengamat Ekonomi Sosial, Nurmadi H. Sumarta, menilai pencopotan Dadan sebagai tindakan yang sudah seharusnya dilakukan. “Banyak pejabat, menteri warisan Jokowi yang bermasalah secara hukum dan tidak kompeten, sehingga menjadi sandera bagi Prabowo,” ujarnya kepada RMOL, Jumat (5/6/2026).
Menurut Nurmadi, indikasi penyimpangan yang dilakukan Dadan Hindayana dan kroninya sudah sangat mencolok, terutama bagi aparat penegak hukum. Ia mencontohkan pengadaan motor listrik, tablet, seragam, sepatu, kaos kaki, EO, hingga alat makan yang diduga di-mark up. “Semua itu tidak ada kaitannya dengan pangan dan gizi,” tegasnya.
Selain itu, ketimpangan sosial terhadap mitra MBG dan kenaikan harga kebutuhan pokok juga semakin memperburuk citra BGN. “Semua sudah viral dan disorot warga serta netizen,” tambah Nurmadi.






