Politisi Demokrat : Kenaikan BBM Memberatkan Nelayan

Anggota DPRD Yang Juga Ketua Fraksi Partai Demokrat
Anggota DPRD Yang Juga Ketua Fraksi Partai Demokrat Kabupaten Sukabumi Badri Suhendi.

SUKABUMI — Politisi Partai Demokrat yang juga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Sukabumi, Badri Suhendi angkat bicara soal kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar, pertalite dan pertamax yang diumumkan pemerintah pusat beberapa waktu lalu.

Menurut Badri kenaikan harga BBM merupakan kebijakan pemerintah pusat yang tidak bisa di tawar dan ditolak oleh masyarakat, namun begitu pemerintah harus juga memperhatikan dampak dari kenaikan harga BBM yang akan berdampak secara jelas terutama dalam sektor ekonomi akan semakin sulit.

Bacaan Lainnya

“Iya terutama masyarakat nelayan, nelayan ini sangat berat dengan kenaikan BBM, lebih berat di bandingkan dengan yang lain, karena kalau nelayan ini menangkap ikan itu tidak tau apakah ikan itu ada atau tidak, mereka hanya mencari dan mencari posisi lokasi banyak ikan,” ungkap Badri. Jumat, (9/9).

“Ketika setelah ketemu zona penangkapan belum tentu ikan nya ada kan, sementara bahan bakar terus mengalir seiring dengan berjalannya mesin sejauh mana kapal itu menunu lokasi penangkapan ikan,” sambungnya.

Badri menegaskan dengan kenaikan BBM saat ini cukup memberatkan kepada masyarakat nelayan, dimana pengeluaran untuk operasional semakin tingggi, sehingga menurutnya sangat ironis dengan situasi saat ini hasil tangkapan ikan sangat berkurang sekali dan sangat sulit.

“Ini sangat memberatkan baik oleh nelayan kecil maupun nelayan besar, saya sempat meninjau ke dermaga ikan sekarang sudah hampir 6 bulan kondisi tangkapan ikan sangat tidak menentu bahkan tidak ada, ini semakin berat,” jelasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.