SUKABUMI— Imam Sutrisno resmi menjadi Ketua KPU Kota Sukabumi masa bakti 2023-2028. Terpilihnya Imam hasil rapat pleno yang dilakukan di Kantor KPU Kota Sukabumi selepas pelantikan beberapa hari lalu.
Dalan rapat pleno yang dilakukan oleh 5 komisioner KPU Kota Sukabumi, tiga orang diantarnya memilih Imam Sebagai Ketua, Sedangkan dua orang lainnya tidak memberikan tandatangan berita acara rapat pleno tersebut.
” Itu bukan polemik, dinamika biasa sangat lumrah dalam proses pleno. Tapi secara legalitas hukum sudah sah,” ujar Ketua KPU Kota Sukabuimi Imam Sutrino kepada Radar Sukabumi, Senin (1/1/2024).
Berdasarkan aturan, kata Imam ada dua mekanisme dalam pleno dalam menentukan ketua, diantaranya musyawarah mufakat dan pengambilan suara terbanyak vooting.
” Baik mekanisme pertama dan kedua itu sah secara hukum, dan kita sudah menyepakati itu,” katanya.
Iman pun mengungkapkan dinamika pada pleno itu tidak akan berpengaru terhadap kinerja KPU Kota Sukabumi kedepannya.
” Saya melihat kelima komisoner ini semangatnya sama. Soliditas kelembagaan sebagai modal dasar untuk kami di KPU,” ungkapnya.
Para komisioner KPU Kota Sukabumi akan bertanggung jawab untuk menjalankan seluruh tahapan pemilu dengan adil, transparan, dan demokratis.
“Dengan hasil ini diharapkan kami mampu memimpin dengan bijaksana dan menjalankan tugasnya secara profesional. Selanjutnya semoga kami semua dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam menjaga integritas dan kredibilitas lembaga KPU. Karena sebagai anggota KPU, kami memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan proses pemilihan umum di Kota Sukabumi berlangsung dengan aman, lancar, dan sesuai dengan peraturan yang berlaku,” paparnya.
Dengan adanya pelantikan ini, diharapkan KPU Kota Sukabumi dapat menjadi lembaga yang independen, profesional, dan dapat dipercaya dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Semoga pelantikan ini menjadi awal yang baik bagi pembangunan demokrasi yang lebih baik di Kota Sukabumi dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.
“Kami akan bekerja sama menjaga soliditas dengan berbagai pihak terkait, termasuk partai politik, masyarakat, dan media massa, dalam membangun kepercayaan dan mendukung keberlangsungan demokrasi di Kota Sukabumi,” pungkasnya. (bal)






