Di Indonesia, Hari Raya Idulfitri selalu membutuhkan rupiah yang tak sedikit. Biaya mudik, beli baju baru, mempercantik rumah, beli makanan yang disajikan untuk tamu, unjung-unjung, sangu untuk keponakan, dan lain-lain. Bahkan, seringkali tabungan terkuras untuk ‘biaya’ Lebaran.
Lantas, sekarang orang tua harus bertemu lagi dengan PPDB, yang juga membutuhkan duit tidak sedikit. “Jelas pusing, Mas. Pendaftaran sekolah kan tetap butuh duit. Lha duitnya sudah keambil buat Lebaran,” keluh Intan Arini, warga Rungkut, Surabaya.
Intan bercerita, tahun ini anaknya masuk SMP. Nilai Ujian Nasional untuk tiga mata pelajaran (matematika, bahasa Indonesia, IPA) putrinya, hanya 211. “Berarti rata-rata kan 7. Sekarang bingung mau cari sekolahnya,” sambatnya.
Lain lagi cerita Indah Kurniawati. Dia mengaku sudah kehabisan uang untuk sekolah anaknya yang mau masuk SMA. “Nilai Ujian Nasionalnya sih bagus. Sudah pasti keterima di sekolah yang dia inginkan. Sekarang repot cari uangnya,” ujar warga Kedung Asem itu.
Diakui Indah, sebenarnya dana untuk sekolah anaknya sudah ia cadangkan sejak jauh hari. Tapi, uang itu kepakai untuk urusan Lebaran lalu.
“Biaya mudik ke Pacitan membengkak. Akhirnya uangnya kepakai. Sekarang ini lagi sibuk cari pinjaman. Kalau nggak ke keluarga, ya nanti menggadaikan motor saja. Pokoknya pendaftaran sekolah bikin pusing,” curhatnya panjang lebar.



