SUKABUMI – Salah satu guru di SMK Negeri (SMKN) 3 Sukabumi berhasil membawa nama harum Kota Sukabumi di internasional. Sebab, guru bernama Mira Sartika tersebut lolos seleksi Indonesia-Korea Teacher Exchange (IKTE) 2023 dan mendapat kesempatan untuk mengajar di Korea Selatan selama tiga bulan.
Mira sendiri salah satu dari delapan guru di Indonesia yang berangkat ke Korea Selatan untuk melaksanakan kegiatan IKTE. Diketahui IKTE diselenggarakan oleh Asia-Pasific Centre of Education for Internasional Understanding (APCEIU), yaitu salah satu badan yang mengelola pendidikan di bawah UNESCO yang bermarkas di Seoul, Korea Selatan bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) khususnya dalam bidang pendidikan, salah satunya adalah Penyelenggaraan Program Pertukaran Guru Indonesia-Korea (Indonesian-Korean Teacher Exchange) yang sudah berlangsung sejak tahun 2013.
Program tahun ini diikuti oleh beberapa guru Indonesia dari berbagai jenjang (SD,SMP,SMA/SMK) yang ditempatkan di sekolah-sekolah di Korea Selatan selama 3 bulan mulai Agustus hingga November 2023, demikian pula sebaliknya guru-guru Korea Selatan juga ada yang ditempatkan di sekolah-sekolah Indonesia selama waktu yang sama. Selain dari Indonesia, ada juga peserta yang berasal dari Thailand, dan Malaysia.
Mira sendiri mengaku Program IKTE 2023 ini menjadi pengalaman pertamanya sebagai pengajar di luar negeri. Ia pun mengaku tertarik mengikuti program ini setelah mendengar pengalaman temannya yang terlebih dahulu sudah mengikuti program tersebut.
“Awalnya karena tertarik mendengar pengalaman teman yang pernah mengikuti program yang sama dan saya suka tantangan, senang dengan pengalaman baru, mengenal kebudayaan baru, jadi apa salahnya saya coba,” ucapnya.
Jika tidak lulus, tidak jadi masalah bagi Mira. Dirinya ingin memberikan motivasi untuk anak-anak dan siswa-siswi, serta rekan-rekan guru lainnya untuk selalu mencoba hal yang baru, melakukan pengembangan diri, serta tidak takut gagal.
“Jadi, dengan mengikuti program ini, saya pikir adalah kesempatan yang baik untuk dicoba,” ucapnya yang sehari-hari mengajar Program Keahlian Usaha Layanan Pariwisata di SMKN 3 Sukabumi tersebut.
Awalnya ia tidak menyangka bisa berhasil lolos seleksi, mengingat tahapan seleksi yang diberikan sangat ketat dan peserta pun sangat banyak se-Indonesia.
Adapun untuk mengikuti program tersebut ada dua tahap seleksi yang harus diikuti.
“Alhamdulilah tahap pertama itu saya lolos dan waktu itu, pelamar tahap 1 hingga 699 orang guru dari seluruh Indonesia. Namun, untuk tahun ini hanya dikhususkan bagi guru di Pulau Jawa saja,” terangnya.
Usai lolos di tahap pertama, Ia pun kembali mengikuti seleksi tahap ke dua dilaksanakan pada Mei 2023, selama 4 hari di Jakarta. Pada tahap ini, seleksi lebih ketat lagi, hanya ada 32 peserta saja, dengan melalui beberapa tes, antara lain psikotes, wawancara profil diri(menggunakan Bahasa Inggris), Bahasa Inggris (reading dan writing) dan unjuk seni.
Dari seleksi tahap 2 ini diumumkanlah 8 orang peserta yang lulus, yang berasal dari jenjang yang berbeda. Mira sendiri lolos mewakili jenjang SMK.






