PENDIDIKAN

Guru SMKN 3 Sukabumi Mengajar di Korea

×

Guru SMKN 3 Sukabumi Mengajar di Korea

Sebarkan artikel ini
Guru SMKN 3 Kota Sukabumi
Guru SMK Negeri 3 Sukabumi Mira Sartika ( ketiga dari kanan) lolos dalam Indonesia-Korea Teacher Exchange (IKTE) 2023.

“Setelah sampai di Korea pun kami belum langsung dijemput oleh sekolah, namun juga diberikan training selama 3 hari di Seoul, di markas APCEIU, untuk pembekalan juga. Baru kemudian kami dijemput ke sekolah masing-masing. Saya, berdua dengan Sriyulianti dari SMK Negeri 1 Cimahi, ditempatkan di Gyeongju Business Highschool, di Provinsi Gyeongsang Utara,” jelasnya.

Lanjut Mira menambahkan, tujuan utama dari program ini, misi utamanya adalah pertukaran budaya, Mira yang memang basicnya sebagai guru pengajar di sekolah pariwisata mengaku tidak banyak menemui kesulitan, hanya saja memang siswa-siswa yang diajar memiliki keterbatasan dalam berbahasa Inggris, sehingga saat mengajar, pihaknya ditemani oleh host teacher yang membantu menterjemahkan materi yang akan disampaikan.

Bank bjb Tandamata

“Beberapa materi yang kami siapkan antara lain tentang informasi umum mengenai Indonesia seperti makanan tradisional Indonesia, seperti nasi liwet, talam ubi, cente manis, kemudian juga cara membuat wadah tradisional dari Indonesia, seperti pincuk, takir, dan sebagainya pengenalan tarian tradisional, seperti Jaipong dan Tari Merak; permainan tradisional, seperti galah asin dan gatrik, serta games-games 17 Agustusan, serta budaya Indonesia lainnya seperti cara menyapa, dan greetings sederhana,” imbuhnya.

Ia pun mengaku kagum dengan sistem pendidikan di Korea Selatan pasalnya fasilitas pendidikan dan sarana pendidikan di Korea sangat maju dan merata, baik di kota besar seperti di Seoul maupun di kota kecil fasilitas pendidikannya sangat maju. Guru juga menjadi salah satu profesi favorit di Korea, setelah pengusaha.

Selain karena profesi ini dihormati, gaji guru juga sangat jauh berbeda dengan di Indonesia, gaji guru baru saja mulai dari 2 juta won, sekitar Rp25 jutaan per bulan, belum ditambah tunjangan lainnya.

Namun memang dedikasi mereka pun sangat tinggi, dimana setiap guru akan selalu dirotasi selama 5-6 tahun sekali, sehingga tidak ada guru yang menetap di satu sekolah lebih dari 5-6 tahun. Mereka juga dituntut untuk memiliki sertifikasi kompetensi yang diujikan oleh pemerintah secara berkala. (wdy)