NASIONAL

Waspada, Paparan Sinar Matahari Picu Kontaminasi pada  Galon  Isi Ulang Polikarbonat

×

Waspada, Paparan Sinar Matahari Picu Kontaminasi pada  Galon  Isi Ulang Polikarbonat

Sebarkan artikel ini
galon plastik Matahari
Ilustrasi galon plastik isi ulang (Riana Setiawan/Jawa Pos)

“Selain itu, perlu dilakukan pendampingan terhadap produsen makanan dan minuman dalam meningkatkan customer awareness untuk menghasilkan produk yang aman bagi kesehatan. Produsen makanan yang memiliki ijin edar juga diwajibkan berkomitmen dan bertanggungjawab dalam menjamin keamanan produknya dengan melakukan studi pharmacovigilance atau studi pasca edar terkait migrasi BPA,” katanya.

Bank bjb Tandamata

Junaidi mengharapkan BPOM sebagai lembaga yang punya otoritatif  agar tidak melakukan pembiaran terkait bahan berbahaya BPA pada kemasan plastik, dengan memberikan label peringatan pada kemasan makanan dan minuman. “Hasil penelitian dan kajian tim kami ini bisa dijadikan pertimbangan yang matang bagi BPOM menyangkut ketentuan terkait pelabelan,” katanya.

Disisi lain, dari satu literatur internasional, Frank Welle, ahli kimia yang berfokus pada interaksi bahan kemasan dengan pangan dari University of Freiburg, Jerman, dalam makalahnya “The Facts about PET” menulis, jika dibandingkan dengan jenis plastik lain, PET lebih lengai (inert) atau tidak mudah mengalami perubahan kimia. Menurutnya, “monomer PET, seperti etilen glikol, hanya dapat bermigrasi dalam jumlah yang sangat kecil ke dalam pangan yang dikemasnya”.

Mengutip penelitiannya pada 2004, dia menunjukkan bahwa tingkat migrasi etilen glikol dari kemasan PET jauh di bawah batas standar yang ditetapkan WHO. Welle menyimpulkan bahwa nilai komponen berbahaya di dalam kemasan PET seperti etilen glikol dan antimon —yang hanya digunakan sebagai katalis, masih jauh di bawah ambang batas standar.(*)