Namun, dia sempat berbicara dengan KH Ma’ruf Amin sebagai ketua umum MUI sebelumnya untuk memasukkan beberapa nama sebagai pengurus. Akhirnya, usulan itu diterima. ‘’Itulah ceritanya. Kalau sekarang disuruh mundur, mundur. Saya tidak ada kepentingan. Kepada AHWA saya sampaikan, samikna wa athokna. NU diminta pun saya serahkan. Inilah yang ada, maka mohon doanya semua itu berjalan dengan baik,’’ pungkasnya.
Sebelumnya, dalam muktamar ke-34 di Lampung pada 23-24 Desember 2021 lalu, KH Miftachul Akhyar kembali dipilih ahlul halli wal aqdi (AHWA) sebagai Rais Aam PBNU periode 2021-2026. Namun, salah satu catatan dalam musyawarah sembilan kiai sepuh itu adalah KH Miftachul Akhyar tidak rangkap jabatan di organisasi lain. Yakni, sebagai ketua umum MUI.
Setelah gelaran muktamar di Lampung selesai, banyak pengurus NU dan MUI meminta agar KH Miftachul Akhyar tidak mundur atau tetap menjabat sebagai ketua umum MUI. Termasuk dari Jawa Timur.






