JAKARTA — Meskipun Republik Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, Indonesia diketahui memiliki hubungan dagang dengan mengimpor sejumlah barang dari Tel Aviv.
Menurut Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti, barang tersebut masuk ke Tanah Air melalui hubungan business to business dengan Israel.
“Meskipun kita tidak memiliki hubungan diplomatik, hubungan dagang tetap bisa dilakukan karena ini adalah business to business,” kata Amalia pada Senin (16/10).
Dalam penjelasannya, Plt Kepala BPS itu menuturkan bahwa total impor Israel ke Indonesia dalam periode Januari hingga September 2023 tercatat sekitar 14,4 juta dolar atau sekitar 226 miliar rupiah.
Adapun barang impor tersebut utamanya terdiri dari mesin, peralatan mekanis dan bagiannya yang masuk dalam klasifikasi kode Harmonized System (HS) 84.






