Beberapa kali lomba diikutinya. Namun, hasilnya sungguh mengecewakannya. Tak satu pun hasil karyanya yang mampu meraih juara. Alhasil, ia sempat ngambek dan tak mau lagi untuk melukis.
“Saya males melukis. Karena berulang kali ikut lomba, tidak pernah juara,” kenang dia.
Untungnya, ia memiliki guru-guru yang peduli. Toriq terus mendapat dorongan dari gurunya agar tidak pantang menyerah.
Saat kelas 2, ia kembali ikut kejuaraan. Skalanya memang masih tingkat kabupaten. Namun siapa sangka, ia berhasil juara.
Meski baru juara III. Tapi, mampu mengembalikan kepercayaan dirinya.
“Sejak itulah, saya bangkit dan percaya diri.


