Nisfu Sya’ban, Ini Doa dan Amalan yang Bisa Dilakukan

alam nisfu sya'ban
Ilustrasi: Malam nisfu sya'ban akan jatuh pada Jumat (18/3). Malam ini dikenal sebagai waktu pengampunan atas dosa-dosa yang telah diperbuat. Sepanjang malam tersebut biasanya digunakan oleh umat islam untuk tetap terjaga sepanjang malam, lalu memanjatkan amalan-amalan ibadah. (Dok.JawaPos.com)

JAKARTA — Malam nisfu sya’ban akan jatuh pada Jumat (18/3). Malam ini dikenal sebagai waktu pengampunan atas dosa-dosa yang telah diperbuat. Sepanjang malam tersebut biasanya digunakan oleh umat islam untuk tetap terjaga sepanjang malam, lalu memanjatkan amalan-amalan ibadah.

Pada malam ini, malaikat Raqib dan Atid akan menyerahkan catatan amalan manusia kepada Allah SWT. Catatan tersebut akan diganti dengan yang baru untuk satu tahun ke depan. Oleh karena itu penting bagi umat islam menjalankan ibadah penuh pada malam baik ini, dengan harapan dosa-dosanya dapat diampuni.

Amalan pertama yang biasa dilaksanakan yaitu menunaikan salat sunah dua rakaat setelah salat Maghrib. Pada rakaat pertama disunahkan membaca surat Al Kafirun. Lalu rakaat kedua membaca surat Al Ikhlas.

Usai salat disunahkan membaca surat Yasin di Alquran sebanyak 3 kali. Bacaan pertama dikhususkan untuk doa dipanjangkan umur. Bacaan kedua untuk dilimpahkam rezeki. Dan bacaan terakhir agar bisa meninggalkan dalam keadaan baik atau husnul khotimah.

Setelah membaca surat Yasin dianjurkan membaca doa malam nisfu sya’ban sebagai berikut:

اللَهُمَّ يَا ذَا المَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا ذَا الطَوْلِ وَالإِنْعَامِ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ المُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الخَائِفِيْنَ. اللَهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِي عِنْدَكَ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُومًا أَوْ مُقْتَرًّا عَلَيَّ فِي الرِزْقِ، فَامْحُ اللَّهُمَّ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي وَاقْتِتَارَ رِزْقِي، وَاكْتُبْنِي عِنْدَكَ سَعِيْدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الحَقُّ فِي كِتَابِكَ المُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ المُرْسَلِ “يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ” وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالحَمْدُ لِلهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ

“Wahai Tuhanku yang maha pemberi, engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemberi segala kekayaan dan segala nikmat. Tiada tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut. Tuhanku, jika Kau mencatatku di sisi-Mu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezekiku. Catatlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufiq untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata–sementara perkataan-Mu adalah benar–di kitabmu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu, ‘Allah menghapus dan menetapkan apa yang Ia kehendaki. Di sisi-Nya Lauh Mahfuzh.’ Semoga Allah memberikan shalawat kepada Sayyidina Muhammad SAW dan keluarga beserta para sahabatnya. Segala puji bagi Allah SWT.”

Pos terkait

Tinggalkan Balasan