KOTA SUKABUMI

KPA Kota Sukabumi Galakan ABAT, Tekan HIV/AIDS

×

KPA Kota Sukabumi Galakan ABAT, Tekan HIV/AIDS

Sebarkan artikel ini
Sekretaris KPA Kota Sukabumi Fifi Kusumajaya
Sekretaris KPA Kota Sukabumi Fifi Kusumajaya

SUKABUMI– Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Sukabumi, terus berupaya menggencarkan sosialisasi Human Immunodeficiency Virus dan Acquired Immunodeficiency Syndrome (HIV/AIDS). Hal itu, dilakukan guna menekan kasus yang hingga saat ini belum ada obatnya tersebut.

Sekretaris KPA Kota Sukabumi Fifi Kusumajaya mengatakan, sejauh ini terdapat beberapa program yang terus digalakan. Misalnya saja, program kampanye Aku Bangga Aku Tahu (ABAT).

Bank bjb Tandamata

“Kami terus berupaya mengurangi penyebaran virus HIV-AIDS melalui program ABAT,” kata Fifi kepada Radar Sukabumi, Rabu (10/5).

BACA JUGA: Dinkes Kota Sukabumi Temukan 37 Kasus HIV/AIDS, Januari-Maret 2023

Fifi menjelaskan, program tersebut merupakan edukasi untuk anak usia 15 sampai 24 tahun mengenai informasi dasar tentang HIV/AIDS yang terkonsentrasi pada kampanye pencegahan penularan HIV/AIDS di kalangan remaja.

“Kampanye ABAT ini dilakukan kepada siswa tingkat SMA hingga tingkat perguruan tinggi. Dengan begitu, remaja bisa memiliki pengetahuan memadai sehingga bisa terbentuk kesadaran berperilaku untuk mencegah penularan dari bahaya HIV/AIDS,” jelasnya.

Tak hanya itu, sambung Fifi, KPA juga melakukan pemilihan duta HIV/AIDS sehingga dapat terbentuk pendidik teman sebaya dan role model bagi pemuda di Kota Sukabumi.

“Kegiatan ini bekerjasama dengan mojang jajaka Kota Sukabumi dan kampus peduli AIDS. Selain itu, juga terdapat program penguatan dan pengembangan warga perduli AIDS (WPA),” bebernya.

Pihaknya, mendorong pembentukan WPA kelurahan mandiri untuk mendongkrak peran serta masyarakat dalam penanggulangan HIV/AIDS.

“Kegiatan yang sudah dilakukan WPA diantaranya melakukan sosialisasi tentang HIV-AIDS bekerjasama dengan karang taruna, pengajian majelis taklim, arisan, pertemuan RW dan lain sebagian termasuk melakukan kegiatan pelayanan kesehatan bekerjasama dangan puskesmas,” tuturnya.

Disinggung soal jumlah kasus HIV/AID, Fifi menerangkan, pada periode Januari sampai Desember 2022 lalu jumlah kasus HIV/AIDS tercatat sebanyak 169 kasus baru yang ditemukan.

“Dari jumlah tersebut, 67 warga asli Kota Sukabumi dan 102 dari luar Kota Sukabumi. Sedangkan kasus HIV/AIDS secara kumulatif dari tahun 2000 sampai 2022 sebanyak 2042 kasus,” terangnya.

Adapun, dari 169 kasus baru pada 2022 lalu terbanyak didominasi kelompok Laki Suka Laki (LSL) yang jumlahnya mencapai 82 orang, kelompok pasangan risiko tinggi (Risti) 37 orang, lainnya sebanyak 34 orang, pelanggan 9 orang, WPS 5 orang dan penasun 2 orang.

“Sementara, kelompok umur terbanyak di usia 25 sampai 49 tahun 124 orang, kelompok dewasa 20 sampai 24 tahun sebanyak 29 orang, dan kelompok remaja 6 orang,” pungkasnya. (bam)