Pemda Kabupaten Sukabumi

Tidak Ada Yang Positif Corona di Kabupaten Sukabumi, Bupati Dites Suhu Tubuh

×

Tidak Ada Yang Positif Corona di Kabupaten Sukabumi, Bupati Dites Suhu Tubuh

Sebarkan artikel ini
Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami melaksanakan video conference bersama Gubernur Jawa Barat, Senin (16/3/2020).

PEMKAB SUKABUMI – Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami melaksanakan video conference bersama Gubernur Jawa Barat, Senin (16/3/2020). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Pendopo Sukabumi.

Video conference yang melibatkan 27 Kota/Kabupaten tersebut, berkaitan penanganan penyebaran virus corona di Jawa Barat.

Bank bjb Tandamata

Sebelumnya dilaksanakan video conference, H. Marwan Hamami bersama pimpinan SKPD lainnya dites suhu tubuhnya. Hal itu menjadi salah satu bentuk pencegahan dari penyebaran virus corona.

Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami bersama pimpinan SKPD lainnya dites suhu tubuh, Senin (16/3/2020)

Bupati mengatakan, pelaksanaan video conference tersebut untuk mengetahui kesiapan kondisi di daerah dalam menghadapi kondisi saat ini. Termasuk kesiapan ruang isolasi dalam mrnghadapi kondisi virus corona. “Di kita sudah ada tujuh rumah sakit yang memiliki ruang isolasi,” ujarnya, Senin (16/3/2020).

Apalagi tidak ada orang yang positif corona di Kabupaten Sukabumi. Walaupun, terdapat bebeberapa yang dalam pemantauan hingga pengawasan. “Pasien dalam pengawasan ada tujuh orang, sementara orang dalam pemantauan ada 28. Itupun selesai 18 orang,” ucapnya.

Sejauh ini, Pemerintah Kabupaten Sukabumi mengikuti segala instruksi dari pusat. Termasuk meliburkan sekolah selama 14 hari. “Hari ini sementara sekolah diliburkan. Apalagi ada alternatif cara pembelajaran. Bisa lewat online ataupun diberi PR,” ungkapnya.

Bahkan sejumlah tempat wisatapun ditutup. Terutama tempat wisata yang dimiliki Pemkab Sukabumi. “Paling utama ditutup itu Cimelati, sebab tempat berkumpulnya satu titik,” paparnya.

Bagi masyarakat, selama 14 hari ini untuk tidak banyak beraktifitas di luar. Terutama bagi yang tidak mendesak. “Dengan minimnya berkumpul, tingkat penyebaran virus itu tidak akan efektif,” terangnya.

Selain itu, masyarakat agar tidak panik. Terutama menghadapi situasi saat ini. “Jangan mudah percaya terhadap informasi selain dari instansi yang ditunjuk di pemerintah. Kita juga ada call center 0266 6243816 dan quick respon covid 081385324631. Semua langsung bisa diakses masyarakat,” terangnya.

Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami melaksanakan video conference bersama Gubernur Jawa Barat, Senin (16/3/2020).

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, Indonesia saat ini mengalami bencana non alam yakni virus corona. Permasalahan tersebut harus menjadi tugas bersama. “Mohon permasalahan ini tugas bersama, bukan masing masing atau salah satu pihak. Di Jabar sudah ada satu pintu pusat informasi dan koordinasi covid 19. Semoga di daerah sudah ada dan memiliki nama yang sama,” terangnya.

Pusat informasi harus jadi sumber satu pintu. Terutama dalam menyampaikan rilis dan koordinasi. Sebab, setiap data dari daerah akan direkap dan kemudian disampaikan ke publik. “Jubir di masing masing kota atau kabupaten kalau bisa kepala daerah,” paparnya.

Selain itu, masing masing daerah menerapkan status tanggap darurat bencana kesehatan. Surat status tanggap darurat tersebut bisa disampaikan ke Provinsi. “Kita akan mendistribusikan alat tes dan lainnya, kalau ada tanggap darurat. Kebutuhan terbesar alat pelindung diri ,” terangnya

Menurutnya, semua daerah, siswanya belajar di rumah. Dimulai dari tingkat TK hingga universitas. Hal itu termasuk sekolah di Kementerian Agama. “Selama 14 hari lakukan pengurangan interaksi sosial,” pungkasnya. (*)