PAGI baru saja menyapa Kelurahan Cipanengah, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi. Cahaya matahari memantul di permukaan kolam yang tenang, berpadu dengan gemericik air dan kicau burung dari pepohonan muda di sekelilingnya. Beberapa warga tampak memberi pakan ikan, sementara lainnya merapikan tanaman cabai dan tomat di tepi kolam.
Sulit membayangkan, kawasan hijau yang kini tertata rapi itu dulunya hanyalah kolam budidaya ikan biasa. Berkat semangat gotong royong dan kreativitas warga yang tergabung dalam Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Mina Sauyunan Kadulawang, lahan tersebut bertransformasi menjadi ruang produktif sekaligus pusat edukasi lingkungan.
Gazebo kayu berdiri di tepi kolam, menjadi tempat berkumpul dan berdiskusi. Di sela-sela lahan, berbagai tanaman pangan tumbuh subur: cabai rawit, tomat, timun, hingga okra. Bibit durian, alpukat, mangga, dan belimbing juga dipersiapkan sebagai peneduh alami di masa depan. Setiap tanaman memiliki fungsi ekologis: timun menjaga kelembapan tanah, cabai mengurangi penggunaan pestisida, sementara pohon buah menyerap karbon dan memperkuat daya resap air.
Humas Pokdakan Mina Sauyunan, Hendra Sofyan, menuturkan bahwa perubahan kawasan ini lahir dari keinginan sederhana warga. “Kami ingin tempat ini tidak hanya menjadi lokasi budidaya ikan, tetapi juga ruang nyaman bagi masyarakat. Anak-anak bisa belajar langsung mengenal budidaya ikan dan tanaman,” ujarnya.
Saat ini terdapat empat komoditas ikan yang dibudidayakan: nila, gurame, mas, dan bawal. Konsep yang dikembangkan bukan sekadar mengejar panen, melainkan menciptakan keseimbangan antara produksi pangan, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. “Kami memanfaatkan setiap ruang. Area kosong ditanami sayuran dan pohon buah agar tidak ada lahan terbengkalai. Harapannya kawasan ini semakin hijau, udara lebih sejuk, sekaligus menambah nilai ekonomi bagi kelompok,” tambah Hendra.
Keberhasilan Pokdakan Mina Sauyunan tidak hanya diukur dari hasil panen ikan, tetapi dari manfaat yang dirasakan masyarakat. Warga yang datang bukan sekadar membeli ikan, melainkan menikmati suasana asri sambil belajar pentingnya menjaga lingkungan.



