KABUPATEN SUKABUMI

Korban Keracunan Nagrak Hampir 100 Orang

NAGRAK — Jumlah korban keracunan masal di Kampung Selaawi RT (39/8) Desa Pawenang, Kecamatan Nagrak, bertambah menjadi 89 orang. Dari data yang tercatat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi, dari 93 orang ini sebanyak sembilan orang dirujuk ke RSUD Sekarwangi, lima orang masih dirawat di Puskesmas Nagrak dan 79 pasien lainnya sudah dipulangkan.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Sukabumi, Andi Rahman mengatakan, sejauh ini Dinkes sudah melakukan beberapa upaya penanganan kasus keracuanan makanan tersebut diantaranya, penyelidikan epidemiologi, pembentukan posko kesehatan, koordinasi dengan lintas sektor, pengobatan, perawatan, observasi oleh dokter Puskesmas dan perawat lainnya, pengambilan sampel makanan dan koordinasi dengan rumah sakit rujukan.

“Indikasi awal, keracunan ini diduga akibat dari makanan diacara aqiqah pada Minggu 5 Juli 2020 lalu. Korban mengeluhkan mual, muntah, pusing dan diare,” kata Andi kepada Radar Sukabumi, kemarin (8/7).

Adapun semple makanan yang sudah diambil petugas Dinkes yakni, buncis, nasi, bihun dan ayam dan diambil juga sampel air dari mata air yang digunakan untuk memasak dan minum.

Menurutnya, terdapat beberapa pemicu yang dapat terjadinya keracunan makanan misalnya saja, cara memilih dan cara meracik bumbunya.

“Tentunya yang sering terjadi ini diakibatkan membeli bumbu sudah jadi yang lama kelamaan sudah terkontaminasi baik oleh jamur maupun oleh kuman,” ujarnya.

Dirinya menambahkan, Dinkes Kabupaten Sukabumi bakal secara intens melakukan pemantauan terhadap semua korban keracunan makanan ini.

“Bukan hanya bagi pasien yang masih dirawat saja, kami juga akan memantau perkembangan kesehatan korban yang sudah dipulangkan,” paparnya.

Salah seorang korban, Yanah (50) menerangkan, setelah menyantap hidangan dari aqiqah pada pagi harinya merasakan pusing, mual, muntah dan diare. “Alhamdulillah kondisi saya saat ini sudah berangsur membaik, tinggal pusingnya saja,” terangnya.

Yanah mengaku, saat menyantap makanan tersebut tidak ada gejala yang dirasakan. Bahkan, rasa dari masakan pun tidak ada yang aneh atau basi. “Rasa makananya tidak ada yang aneh maupun sudah basi. Tidak tau penyebabnya karena apa,” pungkasnya. (bam/d)

Tags
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button