Jual Paksa Minuman, Preman Padabeunghar Sukabumi Ditangkap Polisi

Preman Sukabumi
DIAMANKAN : Petugas Polsek Jampangtengah, Polres Sukabumi, saat mengamankan terduga pelaku premanisme berinisial IM (41) karena menjual paksa air mineral kepada para sopir truk.(foto : ist)

SUKABUMI — Terduga pelaku premanisme berinisial IM (41) kembali diamankan petugas Polsek Jampangtengah, Polres Sukabumi. Lantaran, ia menjual paksa minuman air mineral kepada para sopir truk di ruas Jalan Raya Padabeunghar, Kecamatan Jampangtengah.

Pelaku yang diketahui asal warga Kampung Padabeunghar, RT 06/RW 02, Desa Padabeunghar, Kecamatan Jampangtengah itu, bukan kali pertama diamankan pihak kepolisian karena menjual paksa air mineral kepada para sopir truk. Namun, aksi kali ini pertama terkuak setelah salah satu penumpang mobil truk merekam aksi pelaku saat melintas wilayah tersebut.

Aksi tidak terpuji ini sempat viral dimedia sosial Facebook. Lantaran, terduga pelaku melakukan pemaksaan saat menjual minuman mineralnya. Bahkan, sempat beradu argumen hingga nyaris adu jotos.

Kapolsek Jampangtengah, AKP Usep Nurdin kepada Radar Sukabumi mengatakan, pihaknya membenarkan bahwa aksi premanisme terduga pelaku telah viral di media sosial. Untuk itu, berdasarkan informasi dari medsos yang viral tersebut, jajaran Polsek Jampangtengah segera melakukan penangkapan serta mengamankan terduga pelaku premanisme dan digelandang ke Mapolsek Jampangtengah untuk penanganan lebih lanjut.

“Kalau kasus sebelumnya, IM ini ada laporan dari warga atau pengguna lalu lintas yang dipaksa jual minuman mineral itu. Tapi, kalau kasus sekarang memang tidak ada terlapornya. Hanya saja, karena viral aksinya di media sosial dan meresahkan pengguna lalu lintas, maka langsung kita amankan,” kata Usep kepada Radar Sukabumi pada Kamis (01/12).

Berdasarkan pemeriksaan sementara, bahwa terduga pelaku premanisme IM ini, berjualan minuman botol mineral kepada para sopir truk yang melintas di jalan raya Padabeunghar, Kecamatan Jampangtengah. Namun cara berjualannya terduga pelaku premanisme menjual secara paksa kepada para pengendara mobil terutama sopir-sopir truk.

Pos terkait