Irigasi Rusak, Sawah di Waluran Kering

  • Whatsapp

WALURAN – Kemarau panjang dibeberapa wilayah khususnya di Kabupaten Sukabumi, berdampak pada minimnya air pada area pesawahan. Kondisi ini bagi daerah Waluran semakin mengalami kekeringan lantaran irigasi yang mengaliri pesawahan mengalami kerusakan cukup parah.

“Musim kemarau sebetulnya tidak terlalu berpengaruh, jika aliran irigasi dari bendungan sungai tidak mengalami kerusakan, karena dulu ketika irigasi normal meski musim kemarau kebutuhan air untuk pesawahan tidak berkurang,” papar Ujang Aenu (29) salah seorang warga Waluran kepada Radar Sukabumi, kemarin (15/9).

Bacaan Lainnya

Menurut Ujang, rusaknya irigasi berdampak pada gagalnya panen ratusan hektar pesawahan milik warga ditiga kampung. Padahal, jika menengok pada sumber air, kondisinya masih menyimpan cadangan air untuk mengaliri pesawahan milik warga.

“Kalau soal persediaan air, dihulu itu banyak, cuma karena jalan air itu banyak yang melewati tebing jadi banyak longsor. Parahnya itu bukan satu titik yang rusaknya,” tambahnya.

Meski rusak, warga pemilik sawah seperti dirinya tidak bisa berupaya maksimal untuk memperbaiki irigasi yang dinilai bermanfaat bagi pemilik sawah. Hal itu, lantaran peralatan yang dimiliki hanya mampu memperbaiki seadanya.

“Warga sebetulnya sering memperbaiki, cuma alat dan materi untuk memperbaiki tidak maksimal. Alhasil, manfaatnya hanya dirasakan untuk sementara dan itu pun tidak mampu dialiri air secara maksimal,” keluh Ujang.

Lebih jauh, Ujang mengaku, dampak dari kerusakan sekaligus kemarau panjang ratusan sawah mengalami kerusakan cukup parah, dan bahkan mengalami gagal panen. “Kekeringan cukup parah, kondisi sawah jadi belah dan ini sangat tidak bagus bagi kami, apalagi kondisi ini akan terjadi sampai kapan,” terangnya.

Ujang menyayangkan, meski nilai manfaat irigasi cukup besar untuk mengaliri ratusan pesawahan milik warga. Pemerintah, tak kunjung membantu untuk memberikan bantuan. Padahal, jika dilakukan pesawahan di tiga kampung bakal terkena dampak positif khususnya untuk mendapat suplai air.

“Yang saya tahu, pemerintah belum berupaya untuk membantu membuatkan pipa air atau irigasi berupa tembok penyangga tebing di lokasi irigasi tersebut, dan itu sangat disayangkan,” katanya.

Sementara itu, Dudung (50) pengurus irigasi di Desa Waluran membenarkan kondisi irigasi yang airnya biasa mengaliri pesawahan warga mengalami kerusakan parah. Sehingga, air yang harusnya mampu mengaliri tidak bisa dimanfaatkan dengan baik oleh warga.

“Memang benar sudah rusak sejak lama, jadi air yang seharusnya mengaliri jadi tidak bisa dimanfaatkan warga, ini sudah berlangsung cukup lama,” tukasnya. (cr10/d).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *