KABUPATEN SUKABUMI

Irigasi Rusak 5 Tahun, Petani Padabeunghar Mengaku Rugi Miliyaran

×

Irigasi Rusak 5 Tahun, Petani Padabeunghar Mengaku Rugi Miliyaran

Sebarkan artikel ini
TERLANTAR : Salah seorang petani saat menunjukan lahan persawahan yang terlantar dan dipenuhi tanaman rumput akibat irigasi rusak di Kedusunan Leuwi Peundeuy, Desa Padabeunghar, Kecamatan Jampangtengah.
TERLANTAR : Salah seorang petani saat menunjukan lahan persawahan yang terlantar dan dipenuhi tanaman rumput akibat irigasi rusak di Kedusunan Leuwi Peundeuy, Desa Padabeunghar, Kecamatan Jampangtengah.

SUKABUMI – Petani padi di Kedusunan Leuwi Peundeuy dan Kedusunan Padabeunghar, Desa Padabeunghar, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, mengalami kerugian besar akibat rusak nya saluran irigasi. Kerugian yang dialami petani ditaksir mencapai Rp2,8 miliar dalam lima tahun terakhir.

Kerusakan terjadi pada saluran Irigasi Jentreng yang terletak di Kampung Sarimin, Kedusunan Leuwi Peundeuy, setelah diterjang banjir bandang dari Sungai Cimandiri, sejak lima tahun lalu. Sejak saat itu, pasokan air ke lahan pertanian warga terhenti total, membuat sedikitnya 50 hektare sawah menjadi tidak produktif.

Bank bjb Tandamata

“Irigasi Jentreng adalah sumber utama air untuk sawah di sini. Sejak rusak karena banjir lima tahun lalu, petani tidak bisa menanam padi. Selama itu, lahan dibiarkan terlantar dan kami mengalami kerugian hingga Rp2,8 miliar,” kata salah seorang tokoh masyarakat Desa Padabeunghar, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi Asep Kamho (52) kepada Radar Sukabumi pada Rabu (21/05).