Pilu mewarnai kehidupan keluarga Maghfiroh, warga Kampung Janadakaler, RT 02/06, Desa Jagabaya, Parungpanjang, Bogor. Niatnya menjadi Pembantu Rumah Tangga (PRT) malah berujung petaka. Maghfiroh yang baru dua minggu bekerja malah disiksa majikannya di depan publik dan orang tuanya.
Ibunda Maghfiroh, Mannah (44), tak kuasa menahan air matanya bila mengingat detik-detik anaknya disiksa sang majikan, Emmanuel Alvino. Betapa tidak, di depan matanya, ayah Maghfiroh menyaksikan anaknya dianiaya. Saat itu ayah Maghfiroh hendak mengantarkan Alvino menemui Maghfiroh di tempat kerjanya yang baru.
“Pas masuk, Pak Alvino manggil Maghfiroh lalu diborgol. Kata Pak Alvino borgol dia. Bapaknya mohon-mohon, ‘Pak jangan Pak. Saya mohon kasihan anak saya’,” tutur Mannah sambil menirukan suaminya.
Tak hanya pemborgolan, ayah Maghfiroh juga tak berdaya menyaksikan putri pertamanya mendapat tamparan dari Alvino. Ayah Maghfiroh sendiri seorang diri di sana. Ia harus berhadapan dengan tiga pendamping Alvino, yakni seorang sopir, satpam Alvino dan seorang lagi yang bernama Joko.
“Ya sudah bapaknya nggak bisa apa-apa, cuma nyesek sendiri lihat anaknya ditampar suruh ngaku. Dia masih panik juga kalau mau lapor ke polsek,” tambah Mannah.
Tragisnya, Alvino masih tega memisahkan Maghfiroh dengan ayahnya. Alvino kemudian memasukkan Maghfiroh ke mobil. “Terus Pak Alvino bilang ke suami saya, bapak kalau mau ketemu Maghfiroh temuin di yayasan,” kenang Mannah.
Ayah Maghfiroh pun lebih memilih pulang untuk menenangkan diri. Sementara itu, menurut penuturan Mannah, Alvino membawa Maghfiroh ke tukang cukur di dekat perlintasan rel Kereta Api Parungpanjang. Di situ dia digunduli, habis tak bersisa.
Adik Maghfiroh, Junaedi (26), mengaku kakaknya dimaki-maki di depan umum hingga rambutnya digunduli. “Waktu itu kakak saya (Maghfiroh, red) dijemput di tempat kerjanya yang baru, kemudian dimaki-maki di depan umum sampai dianiaya dan digundulin sama majikannya. Padahal ada orang tua kita di situ,” tutur Junaedi kepada wartawan, Selasa (21/8/2018).





